Media Kampung – Pemerintah pusat terus memperkuat pendidikan inklusif di Indonesia dengan melakukan revitalisasi ruang belajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Bekasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana pembelajaran yang lebih layak, nyaman, dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.
Revitalisasi yang dilakukan mencakup perbaikan dan pembangunan ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya. Kepala Sekolah SLBN Kabupaten Bekasi, Kartini, menyatakan kondisi bangunan sekolah yang sudah berdiri sejak 2012 mulai diperbaiki secara menyeluruh. Ia menambahkan bahwa ruang belajar yang sebelumnya tidak nyaman kini menjadi lebih rapi dan bersih dengan pencahayaan yang baik serta aksesibilitas yang memadai bagi siswa penyandang disabilitas.
Perbaikan ini meliputi sepuluh ruang pembelajaran dan fasilitas seperti ruang kelas, aula, Ruang Pembelajaran Khusus (RPK), toilet, dan selasar sekolah. Revitalisasi tersebut dikerjakan sejak Agustus hingga Desember 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp1,7 miliar dan sudah selesai dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Selain revitalisasi, SLBN Bekasi juga menerima pembangunan sepuluh Ruang Kelas Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2025. Ruang tersebut terdiri dari delapan ruang kelas dan dua ruang vokasi yang menambah total ruang belajar menjadi 20 ruang di sekolah tersebut.
Kartini menilai bantuan ini sangat berarti mengingat kondisi sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan keterbatasan kenyamanan ruang belajar. Menurutnya, dengan fasilitas yang lebih baik, semangat belajar siswa pun meningkat secara signifikan.
Margiono, Ketua Pelaksana Pembangunan sekaligus perwakilan orang tua murid, mengungkapkan perubahan yang dirasakan sangat nyata. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya beberapa bangunan dan ruang pembelajaran khusus mengalami kerusakan berat sehingga kurang nyaman untuk digunakan siswa. Kini, kondisi bangunan menjadi jauh lebih baik dan fasilitas sanitasi seperti toilet juga lebih bersih dan nyaman.
Margiono berharap program revitalisasi seperti ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan khusus karena kebutuhan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus meningkat seiring waktu.
Dengan upaya revitalisasi dan penambahan ruang belajar ini, SLBN Kabupaten Bekasi kini memiliki infrastruktur yang lebih mumpuni untuk mendukung pendidikan inklusif. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana pendidikan yang layak dan aksesibel bagi semua anak, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus agar mereka dapat belajar dengan lebih optimal dan nyaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan