Media Kampung – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengumumkan bahwa sebanyak 256.369 peserta lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026, dengan 86 ribu di antaranya mendaftar melalui program KIP-Kuliah. Namun, tidak semua peserta yang mendaftar KIP-Kuliah memenuhi syarat untuk menerima bantuan tersebut.
Wakil Ketua II SNPMB, Ahyar Muhamma, mengungkapkan bahwa dari 86.118 peserta KIP-Kuliah yang lolos SNBT, hanya 39.662 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat atau eligible untuk menerima bantuan pendidikan. Sisanya, sebanyak 46.456 peserta, tidak memenuhi kriteria penerima KIP-Kuliah dan harus melalui proses verifikasi lanjutan sebelum dapat melanjutkan ke tahap daftar ulang di kampus masing-masing.
Melihat data tersebut, sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) mencatat jumlah pendaftar KIP-Kuliah terbanyak, baik pada PTN akademik maupun vokasi. Di sektor PTN akademik, Universitas Negeri Surabaya menempati posisi teratas dengan 3.107 peserta KIP Kuliah, diikuti oleh Universitas Negeri Medan yang menerima 3.060 peserta. Universitas Negeri Padang dan Universitas Negeri Makassar masing-masing menerima lebih dari 2.500 peserta KIP-Kuliah.
Universitas Lampung, Nusa Cendana, Tadulako, serta Universitas Negeri Malang dan Universitas Pendidikan Indonesia juga termasuk dalam daftar 10 besar PTN akademik penerima peserta KIP Kuliah terbanyak. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menutup daftar tersebut dengan 1.736 pendaftar KIP-Kuliah.
Sementara itu, pada PTN vokasi, Politeknik Negeri Lampung menjadi institusi terbanyak menerima pendaftar KIP-Kuliah dengan jumlah 1.028 peserta. Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Malang mengikuti di posisi berikutnya dengan jumlah peserta masing-masing 927 dan 759.
Politeknik Negeri Kupang, Sriwijaya, Medan, Padang, Lhokseumawe, Pontianak, dan Politeknik Negeri Samarinda turut masuk dalam daftar 10 PTN vokasi dengan jumlah penerima peserta KIP Kuliah terbanyak. Data ini menunjukkan distribusi penerima KIP Kuliah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih merata.
Program KIP-Kuliah sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya. Proses seleksi yang ketat dan tahap verifikasi lanjutan bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan diperoleh oleh peserta yang benar-benar membutuhkan.
Dengan total peserta eligible mencapai hampir 40 ribu orang, program ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan tinggi dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia dari berbagai daerah. Para peserta yang dinyatakan memenuhi syarat diharapkan segera melakukan proses daftar ulang agar dapat melanjutkan studi pada perguruan tinggi yang dipilih.
Informasi resmi dan data penerima KIP Kuliah ini disampaikan langsung oleh panitia SNPMB dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026, sebagai bagian dari transparansi penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Langkah ini juga menjadi indikator penting dalam evaluasi program KIP Kuliah dan upaya pemerintah dalam mendukung pendidikan nasional.
Dengan adanya data ini, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat lebih memahami distribusi penerima bantuan pendidikan serta perguruan tinggi mana saja yang menjadi destinasi terbanyak peserta KIP Kuliah. Hal ini sekaligus menjadi cerminan potensi dan kebutuhan pendidikan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan