Media Kampung – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Surabaya tahun 2026 telah memasuki tahap penting dengan pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan penjelasan skema seleksi jalur prestasi. Calon peserta didik dan orang tua diwajibkan memahami persyaratan serta mekanisme pendaftaran agar proses berjalan lancar dan transparan.

Pengumuman hasil TKA SD dan SMP 2026 sudah dirilis secara nasional pada 26 Mei 2026 melalui portal resmi Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA). Orang tua dan siswa dapat mengakses hasil tersebut menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan tanggal lahir. Sebelum pengumuman ini, sekolah melakukan verifikasi data siswa dan menerbitkan sertifikat digital yang menjadi dokumen resmi capaian akademik peserta didik.

Nilai TKA diberikan dalam skala 0 sampai 100 dan dibagi ke dalam tiga kategori yakni Baik, Memadai, dan Kurang. Sistem daring yang aman dan terenkripsi memudahkan akses tanpa harus mendatangi sekolah atau instansi terkait, sehingga transparansi dan kemudahan informasi menjadi prioritas dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dispendik Surabaya menetapkan kuota jalur prestasi sebesar 35 persen dari total penerimaan siswa baru SMP Negeri. Kuota ini terbagi menjadi tiga subjalur, yaitu prestasi akademik 20 persen, jalur perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci 3 persen. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan bahwa penilaian jalur prestasi akademik kini menggabungkan nilai rapor dan hasil TKA dengan bobot masing-masing 60 persen dan 40 persen.

Penyesuaian ini memberikan peluang lebih adil karena mengakomodasi capaian akademik secara menyeluruh. Selain itu, penilaian pada jalur perlombaan membedakan bobot berdasarkan tingkat kompetisi. Kompetisi berjenjang seperti yang diselenggarakan pemerintah mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan turnamen terbuka, karena proses seleksi yang lebih ketat dan berlapis mulai dari kecamatan hingga nasional.

Selain menyiapkan dokumen dan memahami skema seleksi, Dispendik Surabaya juga menyediakan simulasi pendaftaran online untuk membantu orang tua dan calon siswa mengenal alur pendaftaran agar tidak terjadi kesalahan teknis. Proses pendaftaran dilakukan melalui portal resmi spmb.surabaya.go.id, di mana calon peserta akan mendapatkan Nomor PIN sebagai akses pribadi untuk mendaftar.

Simulasi dan uji coba sistem ini merupakan langkah strategis agar masyarakat familiar dengan platform digital SPMB sekaligus memastikan validasi data berjalan efektif. Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN agar proses pendaftaran tetap aman dan terjaga.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi calon peserta didik juga telah disosialisasikan oleh Dispendik Surabaya, meliputi dokumen identitas dan data akademik yang akan diverifikasi secara ketat. Dengan adanya persiapan matang, pengumuman hasil TKA, dan sistem seleksi yang terstruktur, diharapkan proses penerimaan murid baru SMP Negeri di Surabaya tahun ajaran 2026/2027 berjalan transparan dan berkualitas.

Berbagai upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan untuk menyediakan layanan pendidikan yang adil dan mudah diakses, sekaligus meningkatkan mutu seleksi penerimaan siswa baru melalui inovasi digital dan sistem penilaian yang komprehensif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.