Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program literasi dini bernama Sabun Membaca Bersama pada Sabtu, 25 April 2026 di TK Pertiwi 29 Sragi, Jember.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat membaca pada anak usia taman kanak‑kanak, yang dianggap sebagai masa “golden age” dalam perkembangan bahasa.

Tim KKN menyiapkan lebih dari dua puluh buku cerita bergambar serta materi interaktif untuk memperkenalkan cara memegang, membuka, dan menutup buku secara benar.

Setelah rutinitas pagi standar, anak‑anak berdoa bersama, lalu melanjutkan dengan senam ringan yang dipandu oleh mahasiswa.

Usai senam, peserta menikmati bekal makan siang yang dibawa masing‑masing, kemudian bersiap menyambut sesi inti Sabun Membaca Bersama.

Mahasiswa membuka acara dengan menjelaskan tujuan program secara sederhana, menekankan pentingnya membaca sebagai jendela pengetahuan.

Anak‑anak diberi kesempatan memilih buku favorit, kemudian membaca secara berkelompok sambil mengamati ilustrasi.

Selama membaca, mahasiswa menegaskan aturan antre, duduk rapi, serta mengembalikan buku ke tempat semula setelah selesai.

Seorang mahasiswa KKN, Rina Suryani, menyampaikan, “Kami berharap setiap anak dapat merasakan kegembiraan saat membuka halaman baru dan menemukan cerita yang menginspirasi.”

Guru kelas TK Pertiwi, Ibu Siti, menambahkan, “Program ini melengkapi kurikulum kami dengan pendekatan yang lebih menyenangkan dan memotivasi anak untuk membaca di rumah.”

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi; anak‑anak tampak senang memperlihatkan buku yang dipilih serta berbagi cerita singkat setelah membaca.

Setelah sesi membaca, mahasiswa mengajak anak‑anak berdiskusi tentang isi cerita, mengajukan pertanyaan sederhana untuk melatih kemampuan mendengarkan dan berbahasa.

Penggunaan gambar dalam buku membantu anak memahami makna visual sekaligus memperkaya kosakata mereka.

Program Sabun Membaca Bersama juga melibatkan penukaran buku, sehingga setiap peserta dapat menikmati lebih dari satu cerita dalam satu kunjungan.

Di akhir acara, semua peserta melakukan doa bersama dan menyampaikan rasa terima kasih kepada tim KKN.

Mahasiswa KKN mencatat bahwa sebanyak 85% anak menunjukkan peningkatan minat membaca selama sesi berlangsung.

Data observasi awal menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali huruf dan menyebutkan kata‑kata sederhana pada sebagian besar peserta.

Tim KKN berencana memperluas program ke beberapa TK lain di wilayah Jember pada bulan mendatang.

Kerjasama antara universitas, guru, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sejak usia dini.

Kegiatan ini selaras dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui pembiasaan membaca.

Dalam konteks daerah, Jember memiliki tantangan akses buku berkualitas, sehingga inisiatif seperti ini sangat strategis.

Mahasiswa KKN menegaskan komitmen melanjutkan program serupa pada semester berikutnya dengan melibatkan lebih banyak relawan.

Pengalaman Sabun Membaca Bersama memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa tentang pentingnya interaksi langsung dengan komunitas lokal.

Secara keseluruhan, program berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan edukatif bagi anak‑anak TK Pertiwi.

Harapan ke depan, kebiasaan membaca akan terbentuk secara konsisten di rumah, memperkuat fondasi akademik anak.

Program ini menjadi contoh konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang literatif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.