Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Sampang terus menggencarkan sosialisasi program Sekolah Rakyat menyusul belum terpenuhinya kuota calon siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga pertengahan Juni 2026. Program yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu ini menawarkan pendidikan berbasis asrama gratis, namun masih dihadapkan pada keraguan orang tua.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengungkapkan bahwa dari target 90 siswa SD, baru 53 anak yang berhasil didaftarkan. Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA justru kelebihan peminat. ‘Kendala utama adalah kekhawatiran orang tua yang menganggap anak usia SD terlalu kecil untuk tinggal di asrama. Padahal Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari pendidikan akademik, pembinaan karakter, pendidikan agama, hingga pengembangan bakat,’ jelasnya pada Selasa, 17 Juni 2026.
Bagi calon siswa SMP dan SMA yang jumlahnya melampaui kuota, seleksi akan dilakukan secara elektronik oleh Kementerian Sosial. Prioritas diberikan kepada keluarga dalam kategori desil satu, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Yuliadi menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama pendamping sosial terus melakukan pendekatan langsung ke keluarga sasaran untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat program ini.
‘Kami berharap masyarakat yang memenuhi kriteria tidak ragu mendaftarkan anak-anaknya. Selain mendapatkan pendidikan layak, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi,’ ujarnya. Program ini menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Sampang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan