Media Kampung – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan siswa yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, dapat mengikuti ujian susulan. Kebijakan ini diambil guna memastikan hak pendidikan anak-anak korban tetap terpenuhi di tengah pelaksanaan ujian akhir semester.
Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol dan sekitarnya, menghanguskan sekitar 304 bangunan dan berdampak pada 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139 orang merupakan siswa dari berbagai sekolah di wilayah terdampak.
Rano Karno mengatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan perlakuan khusus bagi siswa korban kebakaran. “Anak-anak yang mungkin pakaiannya, bukunya, tasnya kebakaran, karena itu kita kasih kebijakan mereka bisa nyusul ujian sekolahnya,” ungkap Rano saat meninjau lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Kemayoran, Selasa (2/6/2026).
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan pendataan kebutuhan logistik sekolah bagi para siswa terdampak. Bantuan berupa seragam, tas, serta perlengkapan sekolah lainnya telah disiapkan untuk membantu meringankan beban para siswa dan keluarga korban.
Tak hanya itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut memberikan bantuan secara simbolik di SDN Kebon Kosong 09 pada Rabu (3/6/2026). Ia menyerahkan paket school kit kepada 23 siswa serta santunan dana senilai Rp10 juta kepada dua guru dan satu tenaga kependidikan yang terdampak kebakaran.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Untuk siswa yang tidak dapat mengikuti ujian karena kondisi tertentu, sekolah memberikan kesempatan mengikuti ujian susulan. “Mereka tetap belajar dan yang mungkin karena kondisi tertentu tidak bisa mengikuti ujian juga nanti diberi kesempatan untuk mengikuti tes susulan oleh masing-masing sekolah,” jelasnya.
Selain bantuan material, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyediakan layanan trauma healing bagi para siswa korban kebakaran. Pendampingan psikologis ini bertujuan membantu pemulihan mental dan menjaga semangat belajar anak-anak setelah mengalami musibah.
Kebakaran di Kemayoran ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga beberapa guru dan tenaga kependidikan yang turut menerima bantuan. Pemerintah terus berupaya memberikan perhatian menyeluruh demi kelancaran pendidikan dan kesejahteraan warga terdampak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan