Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember meluncurkan program edukatif “Rumah Cilik” di Bangkalan untuk meningkatkan literasi anak usia dini menjelang masuk SD. Program ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung dalam format belajar sambil bermain, sehingga anak-anak dapat memperoleh dasar akademik secara menyenangkan.

Kegiatan dimulai pada awal April 2026 di Kampung Bangtemoran, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, dengan melibatkan 25 mahasiswa KKN RPL dan sekitar 120 anak balita serta siswa prasekolah. Setiap sesi dilaksanakan tiga kali seminggu, selama dua jam, dan dipandu oleh dosen pembimbing serta tenaga pendidik lokal untuk memastikan kualitas pembelajaran.

Anak-anak diajarkan pengenalan huruf melalui kartu bergambar, permainan menebak suku kata, serta latihan menulis kata sederhana menggunakan pensil berwarna. Selain itu, modul berhitung mencakup penjumlahan dan pengurangan dasar dengan bantuan alat peraga seperti batu hitam dan balok kayu.

Metode yang diterapkan bersifat interaktif, mengutamakan partisipasi aktif peserta melalui permainan edukatif, nyanyian alfabet, serta cerita bergambar yang merangsang imajinasi. Pendekatan ini dirancang agar tekanan belajar berkurang, sehingga anak dapat menginternalisasi konsep secara alami tanpa rasa bosan.

Setelah empat minggu pelaksanaan, observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca, dengan 78 persen peserta dapat mengenali huruf vokal secara konsisten. Kemampuan menulis kata sederhana naik dari 42 persen menjadi 85 persen, sementara pemahaman konsep penjumlahan satu digit meningkat sebesar 60 poin pada tes sederhana yang diberikan.

Seorang mahasiswa KKN, Ahmad Fauzi, menyatakan, ‘Kami berharap Rumah Cilik dapat menjadi jembatan awal bagi anak-anak Bangkalan untuk menapaki jenjang pendidikan formal dengan percaya diri.’ Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung bersama anak-anak memperkaya kompetensi pedagogik para mahasiswa sekaligus menumbuhkan rasa empati sosial.

Ibu Siti Aminah, orang tua tiga anak peserta, menuturkan, ‘Program ini sangat membantu kami karena anak‑anak kami kini lebih semangat belajar di rumah dan tidak takut masuk sekolah.’ Menurutnya, dukungan komunitas dan keberlanjutan program menjadi faktor kunci untuk mempertahankan motivasi belajar anak.

Literasi dini merupakan faktor penentu keberhasilan akademik jangka panjang, terutama di wilayah pedesaan seperti Bangkalan yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan berkualitas. Upaya kolaboratif antara institusi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat dapat memperkuat ekosistem pendidikan inklusif yang menurunkan kesenjangan belajar.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berencana memperluas cakupan Rumah Cilik ke tiga desa tetangga pada semester berikutnya, dengan menambahkan modul bahasa Inggris dasar. Diharapkan program berkelanjutan ini akan menumbuhkan generasi yang lebih siap secara akademik dan sosial, sekaligus menjadi model replicable bagi perguruan tinggi lain di Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.