Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan edukasi kebersihan lingkungan di TK PKK Cepoko, Ponorogo pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menargetkan anak usia dini untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak usia balita.
Tim KKN yang terdiri dari tujuh mahasiswa mengadopsi pendekatan interaktif melalui bercerita, permainan, dan praktik langsung di halaman sekolah. Metode tersebut dirancang agar materi kebersihan mudah dipahami dan diingat oleh peserta usia prasekolah.
Selama sesi pertama, anak-anak diajak mendengarkan cerita tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan dampak sampah terhadap kesehatan. Selanjutnya, mereka berpartisipasi dalam simulasi pemilahan sampah berwarna menggunakan tempat yang disediakan.
Mahasiswa juga memperkenalkan alat kebersihan sederhana seperti sapu kecil dan pengki yang dapat digunakan anak secara mandiri. Praktik langsung ini membantu mengubah pengetahuan abstrak menjadi kebiasaan konkret.
“Kami berharap anak-anak dapat menginternalisasi pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” ujar salah satu mahasiswa KKN, Ahmad Fauzi. Ia menambahkan bahwa edukasi sejak dini dapat memutus rantai penyebaran penyakit terkait lingkungan.
Guru TK PKK Cepoko, Ibu Siti Nurjanah, menyambut baik inisiatif tersebut dan mencatat antusiasme tinggi dari murid. Ia menegaskan bahwa dukungan orang tua sangat penting untuk memperkuat perilaku bersih di rumah.
Data observasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mampu mengidentifikasi tiga jenis sampah dan cara pembuangannya setelah sesi selesai. Hasil ini dijadikan indikator awal keberhasilan program.
KKN RPL PG PAUD merupakan program yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan layanan masyarakat. Setiap semester, mahasiswa diwajibkan melaksanakan proyek sosial di daerah sekitar kampus.
Program ini berlandaskan prinsip Pengakuan Pembelajaran Lampau, yang memungkinkan mahasiswa mengakumulasi kredit melalui kegiatan lapangan yang relevan dengan bidang studi. Edukasi kebersihan lingkungan menjadi fokus utama karena relevansi tinggi dengan kurikulum PAUD.
Selain edukasi, kegiatan berlanjut dengan aksi bersih-bersih bersama guru, siswa, dan orang tua di area sekolah. Seluruh peserta membersihkan selokan, menata kembali tempat sampah, dan menanam beberapa pohon kecil di halaman.
Langkah bersih-bersih tersebut bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif serta memberikan contoh praktik nyata bagi anak. Aktivitas fisik juga meningkatkan kebugaran peserta.
Pihak sekolah berencana menjalin kerja sama jangka panjang dengan Unmuh Jember untuk mengadakan program serupa setiap semester. Mereka menargetkan seluruh kelas TK di wilayah Ngrayun dapat terlibat.
Orang tua siswa, Bapak Joko Susanto, menyatakan dukungan penuh dan berjanji mengajarkan kebiasaan serupa di rumah. Ia menilai program ini selaras dengan nilai-nilai keagamaan tentang menjaga ciptaan.
Kondisi lingkungan TK PKK Cepoko sebelum program menunjukkan adanya penumpukan sampah plastik di sudut halaman. Setelah aksi bersih-bersih, area tersebut tampak rapi dan bebas limbah.
Evaluasi internal KKN mencatat peningkatan kesadaran kebersihan pada anak-anak usia lima hingga enam tahun. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka penyakit saluran pernapasan di daerah tersebut.
Mahasiswa KKN juga menyusun modul edukasi berbasis visual yang akan didistribusikan kepada guru sebagai bahan ajar berkelanjutan. Modul tersebut mencakup ilustrasi langkah-langkah memilah sampah.
Pihak desa Ngrayun memberikan apresiasi resmi melalui surat penghargaan kepada tim KKN dan Universitas Muhammadiyah Jember. Surat tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat.
Ke depan, tim KKN berencana mengadakan kunjungan lanjutan untuk memantau penerapan kebiasaan bersih di rumah dan sekolah. Monitoring ini akan menjadi bagian dari laporan akhir program yang dipublikasikan oleh universitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan