Media Kampung – TNI mengumumkan bahwa proses administrasi pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia telah dimulai, menandai langkah konkret dalam upaya mengembalikan prajurit yang gugur di Lebanon ke tanah air.
Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menyatakan pada Sabtu 26 April 2026 bahwa tim administrasi sedang mengkoordinasikan dokumen resmi, surat jalan, serta prosedur medis untuk memastikan jenazah dapat dipulangkan dengan aman.
Keluarga almarhum telah menerima kabar duka melalui jalur resmi, dan pihak TNI menunggu keputusan mereka mengenai lokasi pemakaman, yang akan dihormati sepenuhnya.
Kodam Iskandar Muda menambahkan bahwa rencana pemakaman akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tebing Tinggi, Sumatra Utara, tepatnya di Dusun VII Sukajadi, Desa Dolok Manampang, Kabupaten Serdang Bedagai.
Pengawalan militer akan mendampingi jenazah mulai dari rumah sakit St. George di Beirut, Lebanon, hingga bandara Internasional Soekarno‑Hatta, dengan dukungan Dandim 0204/Deli Serdang Letkol Arh Agung.
Praka Rico Pramudia, yang bertugas sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7‑1 Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL, mengalami luka berat akibat serangan proyektil Israel pada 29 Maret 2026 dan meninggal pada 24 April 2026 pukul 10.32 waktu setempat.
Kejadian tersebut menambah jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL menjadi empat, termasuk Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB dan menuntut penyelidikan transparan serta jaminan keselamatan bagi semua personel TNI yang bertugas di Lebanon.
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Koordinasi intensif antara TNI, Kedutaan Besar RI di Beirut, dan otoritas Lebanon terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi jenazah serta memberikan dukungan medis dan logistik kepada keluarga.
Menurut laporan resmi, jenazah Rico kini ditempatkan sementara di rumah kecil almarhum yang dihuni oleh kakak kandungnya, sebelum dipindahkan ke fasilitas pemakaman militer di Sumatra Utara.
Tim medis Indonesia yang berada di Beirut melaporkan bahwa perawatan intensif telah diberikan segera setelah kecelakaan, namun luka yang diderita terlalu parah untuk diselamatkan.
Pihak TNI menegaskan bahwa seluruh prosedur pemulangan akan mematuhi standar internasional, termasuk penggunaan kontainer khusus dan pengawetan tubuh sesuai protokol WHO.
Selain itu, TNI juga meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan di wilayah selatan Lebanon, mengingat dinamika konflik yang masih berlangsung.
Dengan selesainya proses administrasi, langkah selanjutnya adalah pengiriman jenazah melalui jalur udara, yang diperkirakan akan dilakukan dalam minggu mendatang setelah semua persetujuan selesai.
Keputusan akhir mengenai tanggal pemakaman akan disampaikan setelah keluarga memberikan konfirmasi, dan upacara penghormatan akan dilaksanakan dengan melibatkan pejabat militer serta perwakilan pemerintah setempat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan