Media Kampung – Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan permintaan maaf setelah pemasangan baliho ucapan ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan aset dan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menuai kritik. Pemasangan baliho tersebut dipersoalkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, karena dianggap tidak tepat sasaran.

Baliho bertuliskan ’21 Juni 2026 Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. JOKO WIDODO PRESIDEN KE-7 RI’ itu terpasang di sejumlah titik, salah satunya di perempatan Damri Solo, Jalan Ahmad Yani, Manahan. Dalam baliho tersebut tercantum aset Diskominfo Pemkot Solo, menandakan penggunaan fasilitas pemerintah daerah.

Menanggapi kritikan tersebut, Respati mengakui kesalahannya. ‘Saya siap salah, Pak Ketua (DPC Gerindra Solo),’ ujarnya, Selasa (23/6). Meski demikian, ia tidak merinci besaran anggaran yang digunakan untuk memasang tujuh baliho yang tersebar di Kota Solo. Ia berdalih bahwa pemasangan itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diterima Solo dari Jokowi. ‘Kami memasang beberapa titik karena keberkahan beliau. Sampai hari ini pun Kota Solo tetap mendapatkan berkah,’ katanya.

Gerindra menyatakan kecewa dengan langkah Pemkot Solo. Ardianto mempertanyakan mengapa perlakuan serupa tidak diberikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat ulang tahun. Apalagi, Respati sendiri merupakan kader Gerindra. Kritik ini menjadi sorotan karena penggunaan APBD untuk kepentingan politik personal dinilai tidak sesuai dengan peruntukan anggaran daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Solo mengenai pencabutan baliho atau tindak lanjut lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.