Media Kampung – Menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, eks Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk fokus pada penataan bantaran sungai guna mengatasi banjir. Ia menilai masalah banjir masih menjadi tantangan utama yang harus segera dituntaskan.

Prasetyo menyampaikan sejumlah catatan pembangunan Jakarta dalam sebuah diskusi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/6). Ia mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai, tetapi menekankan bahwa pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama, bukan sekadar infrastruktur fisik.

Selama sepuluh tahun menjabat sebagai ketua DPRD, Prasetyo mengaku mendukung program prioritas di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia juga memperketat pengawasan pelaksanaan program tersebut.

Selain banjir, Prasetyo menyoroti pengembangan transportasi publik sebagai solusi kemacetan. Ia menilai integrasi antarmoda sudah mulai berjalan dan optimistis warga akan beralih ke transportasi umum jika sistemnya optimal.

Prasetyo mengakui bahwa normalisasi sungai belum tuntas selama kepemimpinannya. Namun, ia melihat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sangat peduli terhadap masalah ini dan titik-titik banjir mulai berkurang. Ia menegaskan bahwa penataan bantaran sungai harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Menurut Prasetyo, Jakarta perlu tumbuh sebagai kota global yang ramah lingkungan. Penambahan ruang terbuka hijau, pengendalian polusi udara, dan pengelolaan sampah modern harus menjadi agenda prioritas. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan melalui edukasi dan partisipasi aktif.

Ia juga menyoroti tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. Prasetyo mengklaim transparansi di DPRD DKI sudah berlangsung sejak 2015. Ia yakin di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan ketua DPRD yang baru, transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal.

Prasetyo menegaskan bahwa usia 500 tahun Jakarta bukan sekadar perayaan sejarah, melainkan momentum memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan Jakarta ke depan, menurutnya, ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen membangun kota yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.