Media Kampung – Kebutuhan lapangan kerja mewarnai aspirasi warga Surabaya yang disampaikan dalam reses anggota DPRD Kota Surabaya tahun ini. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengungkapkan bahwa keluhan soal lapangan pekerjaan kini mendominasi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi usulan infrastruktur dan pendidikan.
Fathoni menilai fenomena ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk menjadikan penciptaan lapangan kerja sebagai agenda utama. Ia mendorong perubahan pola kerja antar organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pelatihan tenaga kerja selaras dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, peluang kerja bisa diprediksi lebih awal melalui data investasi yang masuk. Misalnya, jika investasi tumbuh di sektor kafe, restoran, atau perhotelan, maka pelatihan yang disiapkan harus sesuai, seperti barista atau hospitality, bukan mekanik bengkel yang tidak relevan.
Fathoni menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu lowongan dibuka, melainkan harus menyambut investasi dengan menyiapkan keterampilan masyarakat terlebih dahulu. Dengan demikian, lulusan pelatihan akan lebih mudah terserap dunia usaha.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD tidak membatasi tenaga kerja dari luar daerah, namun pemerintah wajib memastikan warga Surabaya memiliki daya saing untuk mengisi peluang kerja yang tercipta. Selain itu, DPRD juga menemukan kebutuhan pembangunan yang lebih merata antarwilayah, sehingga pokok-pokok pikiran hasil reses disusun secara kolaboratif untuk menghindari ketimpangan.
Seluruh hasil reses akan dihimpun menjadi Pokok-Pokok Pikiran DPRD dan dimasukkan ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bagian perencanaan pembangunan kota. Fathoni berharap reses menjadi ruang dialog yang menangkap kebutuhan riil masyarakat, sehingga pembangunan lebih tepat sasaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan