Media Kampung – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran sekitar Rp200 miliar untuk mempercepat perbaikan jalan rusak di wilayahnya. Langkah ini diambil agar penanganan jalan rusak bisa segera dilakukan tanpa harus menunggu anggaran perubahan pada September 2026.
Keputusan tersebut diumumkan setelah rapat evaluasi APBD 2026 dan persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2026. Luthfi menegaskan bahwa realokasi ini bertujuan menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi yang menurun akibat musim hujan panjang hingga awal 2026.
“Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh OPD, bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada, sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4 persen,” kata Luthfi.
Realokasi anggaran diprioritaskan untuk jalan provinsi yang kondisinya rusak berat, seperti ruas Randublatung-Cepu yang sempat dikeluhkan masyarakat, ruas jalan di Soloraya, serta ruas Jalan Keling-Kelet di Jepara. Luthfi menjelaskan bahwa proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui lelang, penggeseran anggaran, dan penerbitan Perkada agar tidak melanggar aturan.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan bahwa tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar sudah dialokasikan untuk usulan yang diajukan. Sasaran perbaikan tersebar di seluruh Jawa Tengah, termasuk Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, Wonogiri, Soloraya, dan titik lainnya.
Dengan tambahan alokasi ini, kemantapan jalan diperkirakan bisa naik dari posisi terakhir menjadi sekitar 93 persen, bahkan bisa mencapai 95-96 persen setelah APBD Perubahan. Perbaikan dilakukan melalui dua cara: pengaspalan dua lapis oleh Bidang Bina Marga dan pengaspalan satu lapis oleh Balai Pengelolaan Jalan (BPJ).
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan