Media Kampung – Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang harus menjadi momentum perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menilai langkah ini sebagai hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja kabinetnya.

Nihayatul menyatakan bahwa pergantian jabatan adalah hal biasa dan Presiden memiliki parameter penilaian sendiri. Jika Presiden merasa perlu penyegaran atau perbaikan kinerja, maka ia berhak melakukan pergantian. Program MBG yang baru dan berskala masif dengan anggaran besar memerlukan perhatian serius.

Di bawah kepemimpinan sebelumnya, BGN telah berhasil meletakkan fondasi awal yang baik. Namun, Nihayatul mencatat beberapa aspek krusial yang harus segera dibenahi oleh kepemimpinan baru. Aspek tersebut antara lain konsistensi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dalam menyediakan menu bergizi dan higienis, ketepatan sasaran penerima manfaat, pemenuhan gizi spesifik, serta efektivitas distribusi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Mengingat MBG adalah program andalan Presiden Prabowo, Nihayatul mengingatkan Nanik S. Deyang dan jajaran BGN untuk menjaga amanat visi tersebut. Pemimpin baru harus mampu mewujudkan dua filosofi dasar program: peningkatan kualitas gizi anak bangsa dan pemerataan ekonomi masyarakat lokal.

Nihayatul optimistis BGN di bawah nakhoda baru akan bergerak cepat tanpa kendala transisi berarti. Menurutnya, Nanik bukan orang baru di internal BGN dan sudah memahami seluk-beluk serta ritme kerja badan ini. Beliau hanya perlu sedikit adaptasi struktural sebelum langsung menjalankan program secara optimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.