Media Kampung – Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) mengadakan workshop tentang implementasi pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Senin, 25 Mei 2026, di Aula FP UNS. Kegiatan ini bertujuan memperkuat reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik yang berkualitas di lingkungan perguruan tinggi.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari UNS, termasuk Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, mewakili Rektor UNS, serta Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Agus Riwanto. Hadir pula para Dekan Fakultas dan Sekolah di lingkungan UNS, Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Tim Zona Integritas UNS dan fakultas, operator Zona Integritas, Ketua Program Studi dari jenjang S1 hingga S3 di FP UNS, serta staf tenaga kependidikan.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari Tim Zona Integritas Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, antara lain Syahrudin, M.TI., M. Armansyah, dan Muhammad Haziq yang memberikan materi terkait strategi implementasi pembangunan Zona Integritas di perguruan tinggi.
Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM merupakan langkah strategis dalam reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Menurutnya, predikat WBK dan WBBM menjadi tolok ukur penting dalam menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. “Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar mengejar predikat, tapi juga momentum transformasi budaya kerja agar lebih adaptif dan melayani,” ujarnya.
Selain fokus pada pencegahan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, workshop ini juga menggarisbawahi pentingnya penyederhanaan prosedur layanan dan percepatan proses administrasi. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menguatkan budaya kerja yang profesional dan berintegritas di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Samanhudi memberikan apresiasi kepada para narasumber dan pimpinan universitas yang telah memberikan dukungan anggaran serta fasilitas pendukung pelaksanaan program Zona Integritas di UNS. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk memastikan keberhasilan program reformasi birokrasi di lingkungan kampus.
Workshop ini menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan komitmen seluruh unit kerja di UNS dalam membangun tata kelola institusi yang bersih dan efektif. Dengan adanya kegiatan ini, UNS berharap seluruh elemen di dalamnya semakin siap dan konsisten dalam menjalankan reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.
Pelaksanaan workshop di Aula FP UNS ini menandai langkah konkret UNS dalam mendukung program pemerintah terkait Zona Integritas WBK dan WBBM, khususnya di ranah pendidikan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan reformasi birokrasi yang menyeluruh dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan