Media Kampung, Nias Selatan — Area Program Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Cluster Sumatera, Jhon Eris Purba, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan. Ia mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kabupaten Nias Selatan.
“Jangan menyalahkan guru di sekolah dulu, mereka juga kebanyakan kerja. Cara berpikir mengembalikan modal awal, baik rumah tangga baru, yang sudah lama, karakter itu yang kita perjuangkan,” ujar Jhon dalam Lokakarya Penyesuaian Fokus Ekosistem Pendidikan yang digelar Program KREASI Save the Children di Hotel Yonas Teluk Dalam, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik seperti perpustakaan desa tidak akan optimal tanpa kesadaran kolektif dari berbagai elemen masyarakat. Ia juga menekankan perlunya identifikasi tokoh-tokoh pemerhati pendidikan, baik dari jalur formal maupun nonformal, yang bisa menjadi penggerak perubahan.
“Nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendidikan mulai memudar. Setiap orang memiliki kewajiban menyadarkan orang tua dan menemukan pelaku perubahan yang bekerja nyata, bukan sekadar menyampaikan gagasan,” tegasnya.
Jhon menambahkan, penggunaan data yang akurat sangat penting agar program pendidikan tepat sasaran. Dengan demikian, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menyusun langkah konkret, bukan sekadar diskusi tanpa tindak lanjut.






















Tinggalkan Balasan