Media Kampung – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya atas dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung program pembiayaan perumahan pemerintah. Pertemuan antara Menteri PKP dengan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, membahas penguatan sinergi agar program perumahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Maruarar menilai kolaborasi dengan BSI sangat penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Ia menyebutkan bahwa program Kredit Program Perumahan (KPP) menunjukkan hasil positif di berbagai daerah, termasuk kegiatan sosialisasi yang dilakukan BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp315,7 miliar.

Secara nasional, realisasi KPP telah mencapai sekitar Rp16,2 triliun hingga saat ini. Khusus untuk BSI, penyaluran KPP telah mencapai sekitar 67 persen dari target Rp1,2 triliun atau sekitar Rp800 miliar, dengan mayoritas debitur berasal dari sisi permintaan.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan terima kasih atas kebijakan pemerintah yang mendukung sektor perumahan dan menegaskan komitmen BSI untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang ini. Dalam pertemuan tersebut, BSI juga membahas rencana dukungan lanjutan serta meminta arahan dari Menteri PKP agar kolaborasi dapat berjalan lebih optimal.

Anggoro menjelaskan bahwa pada tahun 2026, BSI menargetkan penyaluran KPP sebesar Rp1,2 triliun. Selain itu, BSI juga mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target 5.540 unit rumah subsidi. Sampai saat ini, akad telah terealisasi untuk 1.250 unit rumah.

Melalui kerja sama antara pemerintah dan perbankan syariah, Kementerian PKP berharap akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dapat semakin meluas. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia secara optimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.