Media Kampung – Sebuah rak Nvidia Vera Rubin tipe VR200 NVL72 diperkirakan memiliki biaya mencapai 7,8 juta dolar AS, di mana lebih dari 2 juta dolar digunakan hanya untuk komponen memori. Angka ini muncul dari laporan riset Morgan Stanley yang mengungkap besarnya biaya perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan rak superkomputer AI tersebut.
Perkiraan biaya ini menunjukkan lonjakan signifikan terutama pada bagian memori, yang mengalami kenaikan hingga 435 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya, GB300. Laporan tersebut menekankan bahwa angka tersebut merefleksikan harga yang dibayar oleh penyedia layanan cloud, bukan biaya produksi Nvidia secara langsung, sehingga terdapat kemungkinan markup yang cukup besar pada harga komponen.
Kehadiran Vera Rubin menjadi sorotan karena perangkat ini menjanjikan peningkatan performa luar biasa dalam pengolahan kecerdasan buatan. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan optimisme tinggi terhadap penerimaan pasar terhadap Vera Rubin, bahkan menyebutkan setiap perusahaan model frontier akan langsung mengadopsinya, sesuatu yang belum tentu terjadi pada generasi sebelumnya, Grace Blackwell.
Perusahaan Nvidia sendiri melaporkan pendapatan rekor sebesar 81,6 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026, dengan mayoritas pendapatan berasal dari penjualan infrastruktur AI dan pusat data. Keberhasilan produk-produk seperti Grace Blackwell telah memberikan fondasi kuat, namun Vera Rubin diprediksi akan membawa kesuksesan yang lebih besar.
Namun, harga memori yang sangat tinggi menjadi perhatian tersendiri, mengingat tren kenaikan harga komponen memori yang sudah dirasakan oleh para penggemar PC dan pengguna teknologi lainnya. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari server AI yang menyerap sebagian besar pasokan memori, sehingga membuat harga komponen tersebut melonjak dan membatasi ketersediaan bagi konsumen umum.
Dengan biaya memori yang mencapai lebih dari dua juta dolar hanya pada satu rak, pembelian perangkat keras Nvidia Vera Rubin secara penuh untuk kebutuhan pusat data AI tentu memerlukan investasi yang sangat besar. Jika prediksi ini akurat, maka produksi dan penjualan Vera Rubin sangat berpotensi meningkatkan keuntungan produsen memori yang selama ini sudah meraih keuntungan besar dari lonjakan permintaan AI.
Situasi ini juga memberikan gambaran kenapa harga paket memori DDR5 berkapasitas 32 GB yang mencapai ratusan dolar kini mulai terlihat wajar dalam konteks industri AI yang berkembang pesat. Nvidia dan para mitranya di industri AI diperkirakan akan terus menjadi pendorong utama kenaikan harga dan permintaan komponen memori dalam waktu dekat.
Meski demikian, angka estimasi biaya rak Vera Rubin ini masih merupakan perkiraan dari pihak luar dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Namun, hal ini sudah cukup memberikan gambaran tentang skala investasi dan teknologi yang terlibat dalam pengembangan serta penerapan solusi AI generasi terbaru dari Nvidia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan