Media Kampung – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan aspek krusial dalam menyiapkan generasi muda menghadapi beragam tantangan di era digital yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Pusprita Putri Utami, pada acara National Symposium: 70 Tahun Antarbudaya AFS di Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

Indonesia yang dihuni lebih dari 284 juta jiwa, dengan sekitar 125 juta di antaranya merupakan anak-anak dan generasi muda, memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Terdapat lebih dari 700 bahasa daerah dan sekitar 1.300 suku, yang sekaligus menjadi tantangan sekaligus potensi besar dalam dunia pendidikan.

Pusprita menegaskan pentingnya sekolah sebagai wadah strategis untuk membentuk kemampuan peserta didik dalam memahami keberagaman. Sekolah didorong untuk mengajarkan keterampilan kolaborasi dan kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian sosial agar para pelajar dapat bersinergi dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

Selain aspek sosial, pendidikan karakter juga dianggap vital dalam menghadapi risiko yang muncul dari kemajuan teknologi digital. Pusprita menyoroti potensi adiksi terhadap perangkat elektronik dan gim online yang dapat berdampak negatif pada perilaku dan perkembangan sosial anak-anak. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun teknologi seperti kecerdasan buatan membawa perubahan besar, karakter individu tetap menjadi faktor pembeda utama agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.

Lebih lanjut, pendidikan karakter harus mampu membentuk peserta didik yang visioner dan siap menyambut perubahan zaman. Kemampuan berpikir strategis dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan menjadi fokus utama dalam penguatan karakter ini.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati, turut menambahkan bahwa pendekatan deep learning menjadi metode penting dalam proses pembelajaran. Metode ini mengutamakan pembelajaran yang tidak hanya menghafal, tetapi juga membangun kesadaran, makna, serta suasana yang menyenangkan bagi peserta didik.

Rita juga menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai keragaman budaya sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Menurutnya, perbedaan budaya bukan untuk memisahkan, melainkan menjadi modal kuat dalam membangun kolaborasi dan sinergi antar anggota masyarakat yang berbeda latar belakang.

Dengan latar belakang tersebut, Kemendikdasmen mendorong agar pendidikan karakter terus diperkuat sebagai fondasi utama dalam membekali generasi muda agar mampu bersaing dan berkontribusi positif di tengah perubahan zaman yang cepat, terutama dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.