Media Kampung – Lewis Hamilton mengungkapkan momen haru ketika Arsenal berhasil mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk meraih gelar Premier League. Pembalap Formula 1 ini berbagi kisah tentang kecintaannya pada klub asal London tersebut saat berbincang santai dengan sesama pembalap sebelum balapan Grand Prix Kanada di Montreal pada 21 Mei 2026.

Hamilton, yang merupakan pendukung setia Arsenal sejak kecil, menyatakan bahwa keberhasilan timnya menyentuh hati dan membawanya mengenang masa kecil di Stevenage. Ia teringat saat masih berusia lima tahun, bermain sepak bola di sekitar rumah dan menjadi satu-satunya anak kulit hitam di lingkungan yang sebagian besar mendukung klub lain seperti West Ham, Tottenham, atau Manchester United. Sang kakak perempuan bahkan pernah menegaskan bahwa ia harus mendukung Arsenal, sebuah kenangan yang membuat Hamilton tersenyum saat mengenangnya kembali.

Perbincangan tentang sepak bola ini muncul saat persiapan jelang balapan di Kanada, dan tak hanya Hamilton yang antusias. Pierre Gasly dari tim Alpine juga ikut berbagi pandangan, mengaku sebagai penggemar Paris Saint Germain (PSG) yang tengah bersiap menghadapi pertandingan penting Liga Champions melawan Arsenal. Gasly optimistis pertandingan tersebut akan berlangsung seru dan menyatakan dukungannya penuh kepada klub asal Paris tersebut.

Selain itu, Sergio Perez dari Cadillac berbagi tekadnya untuk menyaksikan langsung timnas Meksiko berlaga di Piala Dunia yang akan digelar di negaranya. Meskipun harus terbang bolak-balik antara Eropa dan Meksiko, Perez berkomitmen untuk menyempatkan diri menonton pertandingan di Guadalajara, menyebut turnamen tersebut sebagai momen bersejarah bagi negaranya.

Kimi Antonelli, pembalap yang memimpin klasemen kejuaraan, mengaku masih bingung menentukan tim mana yang akan didukung di Piala Dunia karena absennya tim Italia. Namun, ia memiliki rasa kagum terhadap gaya bermain Brasil dan juga mengidolakan Lionel Messi, yang pernah ia temui secara langsung di Miami. Antonelli menyebut absennya Italia adalah sebuah kekecewaan, namun tetap menantikan kesempatan berikutnya empat tahun mendatang.

Perbincangan hangat seputar sepak bola ini menunjukkan bahwa di balik ketatnya persaingan di dunia balap motor, para pembalap juga memiliki kecintaan dan ikatan emosional dengan dunia olahraga lain. Momen ini memberikan warna tersendiri menjelang gelaran Grand Prix Kanada yang menjadi salah satu ajang paling bergengsi di kalender Formula 1.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.