Media Kampung – 15 April 2026 | Petenis muda Filipina Alexandra Eala mengalami kegagalan pada babak pertama Stuttgart Open 2026, sekaligus mengekspresikan harapannya akan tiga pasangan ganda impian di level ATP. Kekalahan tersebut menambah catatan tantangan Eala di permukaan tanah liat yang masih menjadi batu sandungan utama dalam kariernya.

Pertandingan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Stuttgart, Jerman, di mana Eala kalah dengan skor 6-1, 6-4 melawan Leylah Fernandez, pemain asal Kanada yang menempati peringkat dunia ke-25. Kemenangan Fernandez menegaskan dominasi pemain berpengalaman tersebut pada permukaan cepat yang menguji ketahanan mental dan teknis lawannya.

Leylah Fernandez, yang memiliki latar belakang Filipina-Canada melalui ibunya, memanfaatkan kecepatan servis dan agresivitas baseline untuk menekan Eala sejak set pertama. Meskipun Eala berhasil memotong selisih pada set kedua, Fernandez kembali menguasai permainan dan menutup pertandingan dalam 1 jam 28 menit.

Statistik menunjukkan Eala hanya berhasil memenangkan satu game pada set pertama dan dua game pada set kedua, sementara Fernandez mengumpulkan 12 break point dan mengonversi lima di antaranya. Eala mencatat angka servis pertama yang relatif stabil, namun gagal menjaga konsistensi pada rally panjang di tanah liat.

“Happy to get the win here,” kata Fernandez setelah pertandingan, menambahkan, “There is always that lapse in concentration. I’m just glad that I stayed positive as much as possible.”

Eala mengakui bahwa adaptasi pada tanah liat masih menjadi area yang harus ditingkatkan, mengingat performanya di turnamen sebelumnya juga menunjukkan kesulitan serupa. Ia menegaskan bahwa pengalaman di Stuttgart akan menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki langkah taktik pada permukaan yang menuntut kesabaran.

Dengan peringkat dunia di sekitar angka 100 pada awal 2026, Eala telah mencatat beberapa pencapaian signifikan, termasuk menjadi pemain Asia pertama yang menembus babak utama Grand Slam pada usia 17 tahun. Namun, konsistensi di level WTA masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi.

Dalam wawancara terpisah, Eala mengungkapkan tiga nama pemain ATP yang menjadi impian untuk berpasangan ganda, menekankan keinginan belajar dari pengalaman mereka dalam hal taktik dan komunikasi di lapangan. Nama-nama tersebut belum dipublikasikan secara resmi, namun ia menyatakan harapannya dapat berkolaborasi di turnamen mendatang.

Eala juga menceritakan bagaimana Rafa Nadal Academy menghubungi dirinya beberapa bulan lalu, menawarkan program pelatihan khusus yang menekankan pengembangan mental dan fisik. Program tersebut, menurutnya, memberikan dorongan motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi internasional.

Kehadiran Eala di panggung tenis dunia memberikan kebanggaan tersendiri bagi komunitas tenis Filipina, yang selama ini masih mencari sosok perwakilan di level tertinggi. Keberhasilannya menembus turnamen ATP dan WTA memperkuat citra Filipina sebagai produsen bakat olahraga yang potensial.

Ke depan, Eala dijadwalkan berpartisipasi dalam turnamen persiapan tanah liat di Italia dan Prancis, dengan target memperbaiki servis dan footwork sebelum musim Grand Slam mendatang. Tim pelatihnya menegaskan bahwa fokus utama adalah meningkatkan konsistensi rally dan mengurangi kesalahan tidak paksa.

Dengan semangat yang tetap tinggi meski mengalami kekalahan, Alexandra Eala menatap masa depan dengan keyakinan bahwa pengalaman Stuttgart akan memperkaya strategi permainannya, sekaligus membuka peluang untuk mewujudkan impian berpasangan dengan pemain ATP ternama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.