Media Kampung – Pedro Acosta menyatakan bahwa kesempatan menjadi rekan setim Marc Marquez di tim Ducati Lenovo, meski hanya berlangsung satu musim, akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kariernya di MotoGP. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bursa transfer pembalap untuk musim 2027 yang semakin panas, di mana Acosta dirumorkan akan bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Acosta mengungkapkan bahwa berbagi garasi dengan Marc Marquez merupakan impian masa kecilnya. Ia mengenang momen saat Marquez menjadi juara dunia pada 2013 dan dirinya sempat mengajak sang senior berfoto bersama dalam sebuah acara makan malam. Menurut Acosta, bisa berada satu tim dengan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP, apalagi di tahun-tahun terakhir karier Marquez yang penuh pengalaman, adalah kesempatan yang sangat berharga.

Selain membahas potensi kerja sama dengan Marquez, masa depan balapan Acosta juga sedang menjadi perhatian publik setelah insiden teknis yang dialaminya di MotoGP Catalunya 2026. Saat memimpin balapan, motor Acosta mengalami masalah teknis hingga mengakibatkan perlambatan yang kemudian menyebabkan kecelakaan besar dengan Alex Marquez. Meskipun terlibat dalam kecelakaan yang memicu red flag, Acosta diperbolehkan mengikuti restart balapan, yang kemudian menuai kritik dari Massimo Rivola, Managing Director Aprilia.

Rivola menilai aturan MotoGP yang memungkinkan pembalap yang terlibat dalam kecelakaan penyebab red flag untuk kembali balapan perlu direvisi. Ia menegaskan bahwa pembalap yang menjadi penyebab red flag, baik disengaja maupun tidak, sebaiknya tidak diizinkan melanjutkan perlombaan demi keadilan kompetisi. Kritik ini tidak ditujukan khusus pada Acosta, namun lebih ke kebijakan yang dianggap memiliki celah.

Di sisi lain, MotoGP juga sedang mempertimbangkan perubahan aturan yang cukup signifikan untuk musim depan dengan menghapus aturan dua motor per pembalap sebagai langkah penghematan biaya. Perubahan ini akan mempengaruhi strategi balap, terutama pada balapan dengan penggantian motor seperti flag-to-flag. Jika aturan ini disetujui, balapan seperti yang terjadi di Catalunya dengan Acosta dan Fabio di Giannantonio yang menggunakan motor cadangan tidak akan lagi dimungkinkan.

Perubahan ini diusulkan oleh para pabrikan dan masih harus mendapatkan persetujuan dari Grand Prix Commission. Jika diterapkan, hal ini akan menambah tekanan pada pembalap untuk menjaga motor tetap dalam kondisi prima sepanjang sesi latihan dan balapan, karena mereka hanya diizinkan menggunakan satu motor saja. Langkah ini juga akan menyamakan aturan MotoGP dengan kelas junior dan kejuaraan dunia lainnya seperti WorldSBK yang hanya mengizinkan satu motor per pembalap.

Situasi ini menandai perubahan besar dalam dunia MotoGP yang dapat memengaruhi cara pembalap, termasuk Acosta, menjalani musim balap mereka ke depan. Sementara itu, rumor perpindahan Acosta ke Ducati Lenovo dan kemungkinannya menjadi rekan setim Marquez terus menjadi perbincangan hangat menjelang musim 2027.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.