Media Kampung – Luke Kennard mencetak 27 poin sempurna dari lima tembakan tiga angka pada Game 1 babak pertama playoff NBA 2026, menandai penampilan paling gemilangnya di era postseason.
Penampilan itu membantu Los Angeles Lakers unggul 1-0 atas Houston Rockets di Crypto.com Arena pada 18 April 2026.
Kennard menyelesaikan pertandingan dengan persentase tembakan tiga angka 100 persen, menjadi pemain pertama Lakers yang mencetak lima atau lebih tembakan tiga angka tanpa terlewat sejak Robert Horry pada 1997.
Rekor tersebut diumumkan lewat posting resmi tim yang menyoroti “tiga hal yang perlu diketahui” menjelang Game 2.
Selain pencapaian tersebut, ia mencatat total poin tertinggi dalam karir playoff-nya, melampaui rekor 21 poin yang ia raih tujuh tahun lalu.
LeBron James juga tampil kuat, namun Kennard menjadi satu-satunya pemain Lakers yang mencetak lebih dari 20 poin pada laga pembuka.
Menurut analis ESPN Zach Kram, Lakers mencatat effective field goal percentage 68,2 persen, tingkat tertinggi dalam sejarah franchise.
Statistik itu mencakup keunggulan shotmaking sebesar plus 16,7 persen, tertinggi di antara 16 tim pertama ronde.
Kram menambahkan, pencapaian Lakers pada Game 1 bisa jadi anomali mengingat ketergantungan mereka pada tembakan tiga angka yang luar biasa.
Ia memperingatkan bahwa reproduksi performa serupa pada Game 2 tidak dapat dijamin, mengingat pertahanan Rockets diperkirakan akan lebih agresif.
Pada Game 2, Kennard kembali berkontribusi dengan 23 poin, enam rebound, tiga steal, dan dua assist, meski tembakan tiga angka-nya turun menjadi 3-6.
Penampilan tersebut memicu sorakan “MVP” dari penonton, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi pada pemain Lakers di playoff modern.
Setelah pertandingan, Kennard menjelaskan semangat tim: “Kami beralih mode, saling menguatkan, dan bermain sekuat tenaga,” menurut kutipan yang dipublikasikan di X oleh wartawan Dave McMenamin.
LeBron James menambah skor dengan 28 poin, delapan rebound, dan tujuh assist, memperkuat dominasi Lakers meski harus menahan kehadiran Kevin Durant dari Rockets.
Durant mencetak 23 poin pada Game 2, namun terbatas menjadi tiga poin pada paruh kedua setelah penyesuaian pertahanan Lakers.
Statistik tim menunjukkan Lakers menguasai tembakan tiga angka dengan persentase 46,4 persen pada Game 2, naik menjadi 48,9 persen selama dua pertandingan pertama.
Sementara Rockets hanya mencatat 24,1 persen, menandakan kebutuhan perbaikan cepat untuk tetap bersaing dalam seri lima pertandingan.
Kehilangan pemain kunci seperti Luka Doncic dan Austin Reaves tidak menghalangi Lakers, yang tetap menampilkan strategi ofensif berfokus pada tembakan luar dan pergerakan bola cepat.
Pelatih Darvin Ham menegaskan bahwa kedalaman skuad memungkinkan rotasi fleksibel, sehingga tim dapat mengatasi cedera dan menyesuaikan taktik setiap malam.
Para analis menilai bahwa keberhasilan Kennard mempertegas nilai penting pemain peran dalam era modern NBA, di mana tembakan tiga angka menjadi faktor penentu.
Ke depan, Lakers harus mempertahankan konsistensi tembakan luar dan memperkuat pertahanan perimeter untuk mengatasi tekanan dari Rockets yang kini kembali penuh tenaga.
Jika Lakers dapat meniru performa Game 1 dan melanjutkan kontribusi Kennard, peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya akan semakin besar.
Seri playoff ini masih panjang, namun hingga kini Lakers menunjukkan sinyal kuat berkat penampilan gemilang Luke Kennard yang menginspirasi seluruh tim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan