Media Kampung – Eca Sabana menorehkan prestasi gemilang pada Yamaha Cup Race 2026 di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Sulawesi Selatan, menempati podium meski bersaing dengan pembalap pria.

Pada hari Sabtu, 18 April 2026, rider berusia 22 tahun asal Banten ini menempati posisi ketiga di kelas Bracket 9 Detik Drag Battle menggunakan Yamaha Aerox 155.

Tak hanya itu, Eca berhasil finis runner-up di kelas Maxi GP Semi Pro 155cc Open, menjadi satu-satunya wanita di antara 12 pembalap pria.

Prestasinya meliputi tiga podium dalam satu hari: juara di Maxi Open 155cc Aerox, peringkat dua di Maxi Open 155cc Lexi, serta posisi ketiga di Bracket 9 Detik.

“Awalnya sempat minder karena motor lawan sudah banyak yang di‑upgrade. Namun, saya coba fokus saja, tim sudah maksimal, saya juga harus maksimal. Alhamdulillah bisa dapat hasil,” ujar Eca dalam wawancara pasca balapan.

Ia menegaskan bahwa persaingan dengan pembalap pria tidak menjadi beban, melainkan tantangan yang meningkatkan adrenalin dan mental bertanding.

“Justru ini jadi tantangan buat saya. Kalau lawannya pria, adrenalin terasa lebih tinggi dan itu bagus untuk meningkatkan kemampuan balap,” tambahnya.

Selain pencapaian pribadi, Eca mengungkapkan harapan agar Yamaha Cup Race menciptakan kelas khusus perempuan untuk mengakomodasi meningkatnya minat rider wanita.

General Manager Marketing PT Suracojaya Abadimotor, Frengky J. Tunandar, menanggapi harapan tersebut dengan menyatakan, “Kalau peminatnya memang banyak, tentu akan kami akomodir.”

Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.500 penonton lokal yang menyaksikan aksi intens dari 15 kelas balap, menandai pembukaan resmi musim Yamaha Cup Race 2026.

Seri pertama ini juga menampilkan pembalap lokal seperti Iksan Lala yang meraih tiga kemenangan di kelas MX King 150cc, serta Syafiq Riza Al Gazaly yang memenangkan kelas beginner pada usia 11 tahun.

Namun, sorotan utama tetap pada penampilan Eca Sabana, yang berhasil menembus dominasi pria di arena balap tradisional.

Para penyelenggara menegaskan bahwa seluruh kelas di Yamaha Cup Race menggunakan standar teknis yang seragam, sehingga kompetisi mengutamakan kemampuan rider.

Meski motor lawan banyak yang di‑upgrade, tim Eca memastikan Yamaha Aerox 155 mereka dalam kondisi optimal, berkat persiapan intensif selama fase latihan bebas.

“Tim sudah maksimal, saya juga harus maksimal,” tegas Eca, menegaskan pentingnya sinergi antara rider dan tim dalam meraih hasil.

Keberhasilan Eca memberikan contoh nyata bagi perempuan Indonesia yang bercita‑cita meniti karier di dunia motorsport.

Pengamat motorsport menilai bahwa kehadiran kelas khusus perempuan dapat memperluas basis talent dan meningkatkan partisipasi gender di ajang nasional.

Sejauh ini, Yamaha Cup Race belum memiliki kelas terpisah untuk wanita, namun pertumbuhan jumlah rider wanita di tiap edisi menunjukkan tren positif.

Dengan lebih dari 20 rider wanita terdaftar di seri pertama, tekanan untuk menambah kategori khusus semakin kuat.

Pengurus PT Suracojaya Abadimotor berjanji akan melakukan survei minat rider wanita menjelang musim berikutnya.

Jika hasil survei mendukung, kelas khusus perempuan dapat diperkenalkan pada edisi kedua Yamaha Cup Race 2027.

Saat ini, Eca Sabana terus melatih diri di Sirkuit Puncak Mario, berharap dapat kembali menorehkan podium pada seri berikutnya.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa Eca berada dalam program pelatihan intensif bersama tim teknis Yamaha, menargetkan peningkatan performa di kelas Maxi GP Semi Pro 155cc Open.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.