Media Kampung – Program Sekolah Rakyat yang digagas Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kini telah menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Sekolah gratis dengan sistem asrama ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh daerah, termasuk yang sulit dijangkau.

Sejak pertengahan 2025, Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Gus Ipul menyebutkan, beberapa sekolah bahkan berdiri di daerah kepulauan dan wilayah 3T seperti Anambas dan Natuna. Di Maluku, misalnya, terdapat tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi di Ambon, Maluku Tengah, dan Tual, dengan empat lokasi baru diajukan untuk tahap pembangunan berikutnya.

“Sekolah ini sudah mulai menggelar kegiatan belajar-mengajar sejak Juli hingga Oktober 2025 dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 gedung sekolah permanen pada tahun ini yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Target tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi 200 gedung pada tahun berikutnya. Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah daerah turut berperan dalam penyediaan lahan dan persyaratan pendukung lainnya agar pembangunan dapat berjalan lancar.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kemiskinan dengan fokus pada pendidikan anak-anak dari keluarga pra-sejahtera. Data penerima manfaat diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memastikan sasaran tepat.

Dalam pelaksanaan penjangkauan murid, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah agar anak-anak yang selama ini tidak bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah karena kondisi ekonomi dapat kembali melanjutkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat. “Setiap data siswa yang diterima sudah melalui verifikasi dan persetujuan pemerintah daerah,” jelas Gus Ipul.

Hingga kini, sekitar 15 ribu anak dari keluarga kurang mampu telah menikmati pendidikan di Sekolah Rakyat. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah signifikan dengan dibukanya pendaftaran siswa baru yang ditargetkan mencapai 32.640 anak pada tahun ajaran baru Juli 2026 mendatang.

Dengan ekspansi yang terus dilakukan, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat meningkatkan kesempatan pendidikan di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau sekaligus membantu pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas yang merata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.