Media Kampung – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat terbesar di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sekolah yang akan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare ini dirancang untuk menampung hingga 3.000 siswa dengan konsep asrama.
Proses pembangunan saat ini sudah memasuki tahap pematangan lahan yang dilakukan oleh PT Nindya Karya. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pengerjaan harus dilakukan dengan cermat mengingat sekolah ini termasuk kategori bangunan berisiko tinggi. Ia juga meminta agar akses jalan menuju lokasi diperlebar hingga 5,5 meter guna mempermudah distribusi logistik bagi ribuan siswa yang akan belajar di sana.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa lahan untuk pembangunan ini merupakan hibah dari keluarga besar Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria, seluas 10 hektare, dan mereka masih mengupayakan tambahan sekitar 6 hektare lagi. Sertifikat atas lahan tersebut telah selesai diproses dan saat ini sudah banyak warga lokal yang terlibat sebagai tenaga kerja dalam proyek ini.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memberi apresiasi atas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat memperlancar proses pembangunan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sekolah ini menerapkan konsep boarding school agar siswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan sekaligus pembinaan karakter, asupan gizi yang cukup, dan lingkungan belajar yang kondusif. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan bahwa model asrama ini dipilih karena banyak anak dari keluarga miskin tinggal di lingkungan dengan sanitasi dan gizi yang kurang baik, sehingga membutuhkan perhatian lebih menyeluruh.
Sekolah Rakyat sudah mulai beroperasi di berbagai daerah, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Maluku dan Sulawesi Selatan. Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di 100 lokasi pada tahun ini, dengan kapasitas masing-masing sekolah menampung seribu siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pembangunan di Sulawesi Selatan, misalnya, sudah melibatkan ribuan tenaga kerja dengan porsi signifikan tenaga lokal.
Selain memberikan akses pendidikan gratis lengkap dengan fasilitas seperti seragam, laptop, dan makan tiga kali sehari, pemerintah juga memberdayakan orang tua siswa melalui pelatihan keterampilan dan bantuan usaha. Hal ini dimaksudkan agar penanganan kemiskinan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, sekitar 15 ribu anak dari keluarga pra-sejahtera telah menikmati pendidikan di Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan jumlah siswa baru yang diterima pada tahun ajaran Juli 2026 mencapai lebih dari 30 ribu orang. Pembangunan Sekolah Rakyat terbesar di Tanah Datar menjadi salah satu upaya nyata memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan