Media Kampung – Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dilaksanakan secara nasional pada pekan ketiga April, termasuk di Kota Cirebon, Jawa Barat, dan mendapat sorotan khusus dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jabar.

Komala sari, Kepala BBPMP Jabar, menjelaskan bahwa TKA berfungsi memetakan capaian akademik siswa SD pada mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru jalur prestasi.

Monitoring di Cirebon mencakup empat sekolah, yaitu SDN Kartini I, II, IV, dan V, untuk memastikan pelaksanaan sesuai prosedur dan sarana pendukung seperti komputer, listrik, serta koneksi internet terpenuhi.

“Melalui TKA, kami dapat melihat literasi dan numerasi siswa secara objektif, sehingga intervensi pendidikan dapat dirancang lebih tepat,” ujar Komalasari pada Senin (20/4/2026).

Sementara di Maluku Utara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan permintaan susulan ujian karena gempa bumi yang terjadi baru-baru ini membuat keamanan siswa terancam.

Mu’ti menegaskan bahwa data siswa yang memerlukan ujian susulan akan dikumpulkan dan dijadwalkan ulang setelah kondisi lokal stabil.

BBPMP Jabar turut berperan dalam pendampingan mulai perencanaan hingga pelaksanaan, termasuk koordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk pendaftaran peserta dan pelaksanaan gladi bersih.

Hasil TKA tidak dijadikan penentu kelulusan; keputusan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing sekolah, sementara nilai TKA dipadukan dengan rapor untuk menyeimbangkan proses seleksi.

Pelaksanaan TKA di tingkat SMA dimulai pada November 2025, dilanjutkan dengan SMP pada awal April 2026, dan mencapai SD pada pekan ketiga April, sesuai jadwal resmi Kementerian.

Data yang terkumpul akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam merancang program peningkatan kapasitas guru, perbaikan infrastruktur, dan strategi pembelajaran berbasis tematik.

Di Maluku Utara, permintaan susulan TKA menandakan fleksibilitas kebijakan pusat dalam menanggapi situasi darurat, sekaligus menegaskan pentingnya keamanan dan kesejahteraan peserta ujian.

Menurut laporan, pelaksanaan TKA di sebagian besar wilayah Indonesia berjalan lancar, dengan ujian daring yang diatur dalam beberapa gelombang untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas komputer.

Pengawas ujian, yang ditetapkan oleh masing-masing dinas pendidikan provinsi, diwajibkan mengikuti tata tertib ketat, menjaga kerahasiaan, dan menyusun laporan akhir sebagai bagian dari akuntabilitas.

Dengan hasil pemetaan ini, diharapkan daerah dapat mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran dan merumuskan intervensi yang lebih terfokus, memperkuat kualitas pendidikan dasar di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.