Media Kampung – Pemerintah resmi memberlakukan Bio Solar B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar campuran 50% minyak sawit (FAME) dan 50% solar murni ini menjadi langkah lanjutan transisi energi bersih nasional. Namun, ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengingatkan bahwa mesin diesel modern memerlukan perhatian khusus agar tetap optimal.
Pernyataan Ahli ITB Soal B50
Dr.-Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, menekankan pentingnya kualitas bahan bakar pada mesin diesel common rail. Menurutnya, mesin diesel modern sangat sensitif terhadap angka setana (cetane number/CN) dan kandungan aditif.
“Awalnya mesin diesel diciptakan sebagai mesin yang tangguh. Prinsipnya mesin diesel memiliki daya yang tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang hemat dan rendah emisi. Syarat ini bisa tercapai dengan pemakaian bahan bakar dengan Cetane Number yang direkomendasi sesuai kebutuhan mesin,” ujar Tri Yuswidjajanto dalam forum Sidkom, Sabtu (27/6).
Mengapa CN53 Penting untuk Mesin Modern
Di Indonesia, solar dengan kualitas tertinggi memiliki standar CN53, seperti Pertamina Dex. Bahan bakar ini mengandung lima formula aditif pelindung yang tidak dimiliki CN51 (Bio Solar biasa). Aditif tersebut meliputi deterjen (membersihkan kerak injektor), dispersan (mencegah penyumbatan filter), demulsifier (memisahkan air), anti-oksidan (mencegah sedimen), dan anti-korosi (melindungi saluran bahan bakar).
“Adanya aditif di CN53 menjaga kebersihan filter dan injektor, membuat performa mesin tetap stabil, memperlama usia pakai filter, memperlama usia pakai injektor, dan hasilnya menghemat konsumsi bahan bakar,” jelas Tri Yuswidjajanto.
Tantangan Bio Solar B50
Bio Solar B50 memiliki keunggulan seperti kemandirian energi, emisi karbon lebih rendah, dan sifat lubrisitas alami yang baik. Namun, bahan bakar nabati bersifat higroskopis (mudah menyerap air) dan rentan oksidasi. Tanpa aditif mutakhir seperti pada CN53, risiko kerusakan filter dan injektor mesin common rail meningkat.
Tri Yuswidjajanto menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar CN51 secara terus-menerus pada mesin common rail dapat memperpendek usia komponen vital. Residu pembakaran akan menumpuk, filter cepat kotor, injektor tersumbat, dan jarak ganti oli menjadi lebih pendek akibat kontaminasi jelaga.
Tips Menjaga Mesin Diesel di Era B50
- Gunakan bahan bakar dengan angka setana tinggi (CN53) jika tersedia.
- Perhatikan kualitas aditif pada B50 untuk melindungi sistem injeksi.
- Rutin periksa filter bahan bakar dan injektor.
- Gunakan pelumas mesin sesuai rekomendasi pabrikan.
Penerapan B50 pada Juli 2026 mendatang menjadi momentum penting bagi pemilik kendaraan diesel. Memilih bahan bakar berkualitas dengan aditif lengkap adalah investasi jangka panjang untuk menjaga performa dan keawetan mesin.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan