Media Kampung, Kansas City — Timnas Swiss bersiap menghadapi juara bertahan Argentina di babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Fokus utama mereka adalah meredam kapten Argentina, Lionel Messi, yang telah mengemas delapan gol sepanjang turnamen.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, menegaskan bahwa kolektivitas tim menjadi kunci utama untuk menghentikan pergerakan Messi. “Pertama-tama, ada banyak solusi, dan kami akan mencoba menemukan solusi terbaik,” ujar Yakin dikutip dari Fox Sports. “Besok di lapangan, kami akan tampil sebagai sebuah unit. Kami akan mencoba membuat operan yang bagus dan melakukan tekanan tinggi.”

Kapten Swiss, Granit Xhaka, mengakui bahwa menjaga fokus selama 90 menit penuh akan menjadi ujian berat. “Saya tidak tahu apakah kami bisa menghentikannya selama 90 menit. Ini akan sangat sulit. Kami harus cerdas, kompak, menutup celah, dan tidak memberinya terlalu banyak ruang,” kata Xhaka.

Xhaka menambahkan bahwa penguasaan bola menjadi cara terbaik untuk membatasi kontribusi Messi. “Kami akan mencoba bermain dengan penguasaan bola saat kami menguasai bola, dan dia tidak akan bisa bertindak banyak.”

Laga ini menjadi momentum pembuktian bagi Swiss yang sudah 72 tahun tidak merasakan babak perempat final Piala Dunia sejak 1954. Pertandingan ini juga mengulang memori babak 16 besar Piala Dunia 2014, saat Swiss kalah tipis 0-1 dari Argentina melalui gol di babak tambahan waktu.

Namun, Xhaka menegaskan bahwa kekuatan Swiss saat ini sudah jauh berkembang. “Kami memiliki tim baru, mentalitas baru, dan generasi pemain baru. Sepak bola di Swiss telah banyak berkembang, dan besok kami akan mencoba untuk benar-benar merepotkan Argentina,” tegasnya.

Gelandang berusia 33 tahun itu menyatakan kesiapan timnya untuk tampil habis-habisan. “Kami mencoba membawa mentalitas ini ke Swiss bahwa ini belum berakhir sampai peluit akhir wasit berbunyi. Anda harus bekerja, berkeringat, memberikan 100 persen. Anda benar-benar harus melampaui batas kemampuan Anda jika ingin mengalahkan Argentina,” pungkas Xhaka.