Media Kampung – Nomor punggung 10 yang dikenakan Lionel Messi di tim nasional Argentina menjadi simbol yang sangat ikonik, namun rencana Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk mengistirahatkan nomor tersebut secara permanen terhalang oleh aturan FIFA. Meskipun Messi telah pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2026, nomor 10 tetap harus digunakan oleh pemain lain dalam kompetisi resmi seperti Piala Dunia dan Copa America sesuai regulasi FIFA.
Aturan FIFA mengharuskan setiap tim peserta turnamen resmi menggunakan nomor punggung secara berurutan dari 1 hingga 26. Hal ini mencegah Argentina untuk meninggalkan nomor 10 kosong sebagai penghormatan permanen bagi Messi. Rencana serupa pernah dilakukan untuk Diego Maradona sebelum Piala Dunia 2002, namun juga dibatalkan oleh FIFA karena alasan yang sama.
Keputusan ini menimbulkan dilema bagi Argentina, antara memberikan penghormatan simbolis kepada Messi dan mematuhi regulasi internasional. Messi sendiri telah menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak bagi Argentina selama dua dekade, sehingga nomor 10 melekat erat dengan identitasnya.
Selain itu, pelatih Lionel Scaloni telah mengidentifikasi calon penerus nomor 10 yaitu Nico Paz, pemain muda berusia 21 tahun yang menunjukkan performa menjanjikan bersama klub Como di Serie A Italia. Penunjukan ini masih bergantung pada perpanjangan kontrak Scaloni sebagai pelatih tim nasional Argentina hingga tahun 2030.
Sementara itu, setelah kegagalan mempertahankan gelar juara dunia pada Piala Dunia 2026 dan pensiunnya Messi, masa depan beberapa pemain senior seperti Leandro Paredes menjadi tidak pasti. Paredes bahkan mempertimbangkan pensiun dari tim nasional setelah mendapat sanksi larangan bermain 10 pertandingan akibat keributan pasca pertandingan final melawan Spanyol.
Dalam menghadapi transisi generasi ini, Argentina akan menjalani pertandingan persahabatan pertama tanpa Messi pada musim gugur 2026, yang direncanakan seluruhnya digelar di dalam negeri. Hal ini juga menandai babak baru bagi tim nasional dalam upaya membangun kembali kekuatan tanpa sosok legendaris tersebut.
Dengan berbagai tantangan dan perubahan yang dihadapi, Argentina harus menyeimbangkan antara menghormati warisan Lionel Messi dan mempersiapkan masa depan tim nasional yang berkelanjutan.














Tinggalkan Balasan