Media Kampung – Salahodeen Abdul-Kafi, mantan karyawan beberapa perusahaan teknologi terkemuka seperti Google dan Microsoft, memilih meninggalkan karier dengan penghasilan sekitar Rp 7,8 miliar per tahun untuk membangun bisnis kuliner yang kini berkembang pesat di Texas, Amerika Serikat.

Peralihan dari Industri Teknologi ke Kuliner

<pSetelah menempuh pendidikan S1 dan S2 Teknik Elektro di Stanford University, Abdul-Kafi memulai kariernya di Microsoft dan kemudian bergabung dengan Google dan YouTube sebagai Product Manager. Meski memiliki penghasilan yang tinggi di industri teknologi, ia memutuskan untuk mengejar passion-nya di bidang kuliner, khususnya barbecue (BBQ).

Baca juga:

Kecintaannya terhadap BBQ dimulai saat pindah ke Texas, di mana ia belajar memasak brisket—hidangan khas BBQ yang memerlukan proses memasak lama—melalui video di YouTube. Ia mulai memasak untuk teman-temannya, yang memberikan respons sangat positif, mendorongnya membuka bisnis BBQ sendiri.

Dari Hobi ke Bisnis Restoran Kafi BBQ

Awalnya menjalankan bisnis dari rumah dengan skala kecil, Abdul-Kafi kemudian mendirikan Kafi BBQ dengan fokus pada penyajian BBQ halal berkualitas tinggi. Restoran fisiknya dibuka di Irving, Texas, pada Desember 2024, dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari pelanggan yang menghabiskan seluruh stok BBQ pada hari pertama pembukaan.

Kafi BBQ menggunakan bahan-bahan premium seperti daging sapi Wagyu Texas, domba Dorper, dan ayam organik, menegaskan komitmen terhadap kualitas produk.

Baca juga:

Pendapatan dan Operasional Bisnis

Pada tahun pertamanya, Kafi BBQ mencatat pendapatan hampir 2,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 40,8 miliar. Proyeksi pendapatan tahun 2026 diestimasikan mencapai 3,6 hingga 4 juta dollar AS (sekitar Rp 64-71 miliar), meskipun angka tersebut merupakan pendapatan kotor, bukan keuntungan bersih.

Namun, Abdul-Kafi belum mengambil gaji pribadi sejak membuka restoran karena tingginya biaya operasional yang mencapai lebih dari 215.000 dollar AS per bulan, meliputi bahan makanan, tenaga kerja, dan sewa. Modal awal yang ditanamkan sekitar 1 juta dollar AS juga belum sepenuhnya kembali.

Perubahan Gaya Hidup dan Tantangan Baru

Meskipun meninggalkan dunia korporasi, Abdul-Kafi kini bekerja lebih intensif, dengan jam kerja sekitar 80 jam per minggu. Ia terlibat langsung dalam berbagai aspek bisnis mulai dari operasional hingga pengembangan usaha, namun mendapatkan keuntungan berupa kendali penuh atas waktu dan usahanya sendiri.

Baca juga:

Kisah ini menggambarkan bahwa memilih passion dan membangun bisnis sendiri bisa menjadi jalan yang menantang namun memuaskan, meskipun harus meninggalkan karier dan penghasilan tinggi di industri teknologi.

Kafi BBQ juga mendapat pengakuan di industri kuliner Amerika dengan masuk dalam daftar 15 restoran baru terbaik versi Eater pada November 2025, menandakan keberhasilannya dalam membangun merek yang kuat dan disukai pelanggan.