Media Kampung – Putra Tri Ramadani (Srondeng) berhasil menduduki peringkat dua dunia pada Lead Series 2026 setelah meraih medali emas di World Climbing Series Praha, Ceko. Dengan torehan 1.380 poin, ia melesat dari posisi sembilan di seri sebelumnya di Wujiang, Tiongkok.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyatakan bahwa capaian Srondeng membuktikan Indonesia tidak hanya memiliki kekuatan di nomor speed, tetapi juga memiliki atlet lead yang mampu bersaing di podium World Climbing Series. Pelatih Lead Timnas, Amri, menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, terutama para route setter.
Amri berharap prestasi Srondeng dapat menjadi cambuk bagi atlet pelatnas lainnya untuk berlatih lebih keras. Sementara itu, atlet Indonesia lainnya, Raviandi Ramadhan, berada di peringkat 39 dengan 69 poin, dan saudara kembarnya Ravianto Ramadhan di peringkat 47 dengan 24 poin.
Masih ada empat seri tersisa pada tahun 2026, yaitu Innsbruck (17-21 Juni), Chamonix (10-12 Juli), Koper (4-5 September), dan Santiago (23-25 Oktober). Peringkat pertama dunia lead saat ini ditempati oleh Neo Suzuki dari Jepang dengan 1.805 poin, berkat juara pertama di Wujiang dan juara kedua di Praha. Sorato Anraku dari Jepang berada di peringkat tiga dengan 1.155 poin.
Di nomor putri, Alma Ariella Tsany menduduki peringkat 23 dunia dengan 356 poin, sementara Sukma Lintang Cahyani di peringkat 62 dengan 11 poin. Alma mencatat peringkat 55 di seri Wujiang dan peringkat 10 di Praha.
Srondeng masih harus berjuang keras untuk menambah poinnya agar bisa mencapai peringkat pertama dunia. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan positif panjat tebing Indonesia di nomor lead, dan tim pelatih terus mendukung penuh atlet untuk meraih prestasi terbaik. Dengan semangat dan kerja keras, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mendominasi nomor lead di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan