Media Kampung – Antonio Conte resmi mengakhiri dua musimnya bersama Napoli dengan keputusan mundur yang mengejutkan, sekaligus mengirim pesan tajam kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait rumor kursi pelatih Timnas Italia yang kini kosong. Setelah membawa Napoli bersaing di papan atas Serie A, Conte mempertanyakan kesiapan finansial FIGC untuk mendatangkan pelatih elite seperti Pep Guardiola.
Kepergian Conte diumumkan usai Napoli meraih kemenangan tipis 1-0 atas Udinese di laga penutup Serie A musim 2025/2026. Meski sukses mempersembahkan gelar Scudetto pada musim pertamanya, musim kedua Conte bersama Napoli jauh lebih sulit. Timnya hanya mampu finis di posisi kedua dan gagal melaju ke babak gugur Liga Champions.
Dalam konferensi pers bersama presiden klub Aurelio De Laurentiis, pelatih berusia 56 tahun itu mengungkapkan bahwa keputusan mundur sudah ia sampaikan sebulan sebelumnya. Salah satu alasan utama adalah ketidakmampuannya menciptakan lingkungan internal yang kompak di Napoli. Conte menyebut atmosfer klub seringkali diwarnai oleh ‘racun’ yakni orang-orang yang lebih mencari perhatian daripada mendukung tim.
Rumor mengenai masa depan Conte langsung mengarah ke kursi pelatih Timnas Italia yang tengah kosong setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, alih-alih menegaskan kesiapan menerima tawaran, Conte justru mempertanyakan apakah FIGC memiliki dana cukup untuk merekrut pelatih kelas dunia seperti Pep Guardiola. “Saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan Guardiola harus dipekerjakan, tetapi apakah uangnya ada?” ujar Conte menyinggung kemampuan finansial federasi.
Pesan ini sekaligus menyoroti tantangan besar yang dihadapi FIGC dalam membangun tim nasional yang kompetitif. Keputusan menunjuk Silvio Baldini sebagai pelatih interim menunjukkan bahwa federasi masih dalam proses mencari figur permanen yang tepat. Nama-nama besar, termasuk Conte dan Guardiola, muncul sebagai kandidat, namun kekhawatiran soal anggaran menjadi pembatas utama.
Conte sendiri mengakui bahwa proyeknya di Napoli sudah mencapai batas akhir. “Saya merasa gagal menyatukan Napoli sepenuhnya, dan jika lingkungan tidak kondusif, sulit untuk bersaing dengan klub besar lain,” katanya. Pernyataan ini menyoroti pentingnya dukungan internal dalam membangun tim yang solid, baik di level klub maupun tim nasional.
Kepergian Conte meninggalkan tanda tanya besar bagi sepak bola Italia, terutama soal siapa yang akan memimpin Gli Azzurri ke depan. Sementara itu, pesan terbuka Conte kepada FIGC dan Guardiola menambah dinamika dalam pencarian pelatih baru yang mampu mengangkat prestasi Timnas Italia.
Dengan kondisi finansial yang menjadi perhatian, langkah FIGC ke depan akan sangat menentukan arah sepak bola nasional. Sementara itu, Conte membuka peluang baru dalam kariernya, walaupun belum memastikan pilihan berikutnya setelah meninggalkan Napoli.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan