Media Kampung – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan pentingnya pendekatan pembinaan suporter sebagai upaya utama untuk mencegah kericuhan dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pembinaan harus menjadi fokus pemerintah dan federasi agar budaya sepak bola nasional semakin positif dan aman.

Esti menjelaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu bekerja sama dalam membangun sistem pembinaan yang efektif. Menurutnya, pendekatan yang hanya berorientasi pada hukuman tidak cukup, sehingga dibutuhkan transformasi budaya yang mendalam dalam dunia sepak bola tanah air.

Perhatian komisi DPR ini muncul menyusul sejumlah insiden kericuhan suporter yang terjadi dalam kompetisi Liga Indonesia. Contohnya adalah kerusakan fasilitas di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, serta gangguan keamanan akibat penyalaan flare di Sleman, Yogyakarta. Insiden tersebut dinilai dapat merusak citra sepak bola nasional di tengah usaha pembenahan tata kelola kompetisi pasca evaluasi FIFA.

MY Esti Wijayati menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan pertandingan agar kompetisi berjalan lebih profesional dan tertib. Ia juga meminta agar energi besar yang dimiliki oleh suporter dan generasi muda diarahkan ke hal-hal positif untuk mendukung prestasi sepak bola nasional.

Dalam konteks ini, Komisi X DPR RI mendorong pemerintah melalui Kemenpora untuk mengevaluasi tata kelola kompetisi nasional, termasuk efektivitas pengawasan federasi dan sistem pengamanan di lapangan. Esti juga menekankan perlunya pemberian sanksi tegas kepada pihak-pihak yang lalai dalam menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan guna mencegah terulangnya kericuhan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana pertandingan sepak bola yang aman dan kondusif, sekaligus membangun budaya suporter yang lebih dewasa dan bertanggung jawab di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.