Media KampungAryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia asal Belarus, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan baru WTA yang mewajibkan pengujian genetik sebagai bagian dari upaya menjaga keadilan dalam kompetisi tenis wanita. Pernyataan ini disampaikan Sabalenka dalam konferensi pers di Canadian Open 2026 di Toronto, di tengah perdebatan yang terus berlangsung mengenai partisipasi atlet transgender dalam olahraga wanita.

Sabalenka menegaskan pentingnya menjaga keadilan di dalam tur WTA, dengan menyatakan bahwa secara biologis, pria memiliki keunggulan fisik dibandingkan wanita, yang dapat memengaruhi persaingan jika tidak ada regulasi yang ketat. Ia menunjukkan dukungan terhadap kebijakan WTA yang mengharuskan semua pemain menjalani tes genetik untuk mendeteksi keberadaan gen SRY, yang menjadi indikator biologis pria. Kebijakan ini merupakan yang pertama di dunia olahraga profesional dan mulai diberlakukan pada Juli 2026.

Baca juga:

Keputusan WTA ini muncul setelah diskusi panjang dan menimbulkan beragam reaksi, termasuk kritik dari kelompok yang menentang pengujian biologis dan mendukung inklusi atlet transgender tanpa batasan. Sabalenka sendiri menyatakan bahwa kebijakan tersebut seharusnya sudah diterapkan lebih cepat, namun kini ia memilih fokus pada karier dan tujuannya mempertahankan peringkat nomor satu dunia.

Selain Sabalenka, tokoh olahraga lain seperti Sophie Cunningham dari WNBA juga mengemukakan pandangan serupa terkait pembatasan atlet transgender dalam kompetisi wanita, memicu perdebatan luas di media sosial dan kalangan penggemar olahraga. Reaksi di media sosial sangat beragam, dengan sebagian mendukung langkah WTA dan Sabalenka, sementara sebagian lainnya menilai kebijakan tersebut diskriminatif terhadap komunitas transgender.

Baca juga:

Kebijakan WTA mendefinisikan “biologis pria” sebagai individu yang memiliki atau pernah memiliki gen SRY dan testis, tanpa memandang jenis kelamin legal atau identitas gender, sedangkan “biologis wanita” adalah individu tanpa gen SRY dan memiliki atau pernah memiliki ovarium. Tujuan utama kebijakan ini adalah untuk memastikan kompetisi yang adil dan setara di antara atlet wanita.

Di sisi lain, Sabalenka terus menunjukkan performa kuat di lapangan keras, dengan kemenangan meyakinkan atas Moyuka Uchijima di Toronto Open 2026, memperkuat posisinya sebagai pemain unggulan dalam persaingan menuju musim US Open yang menjadi target utama tahun ini.

Baca juga:

Perdebatan mengenai partisipasi atlet transgender dalam olahraga wanita masih menjadi isu sensitif dan kompleks, yang melibatkan aspek biologis, etika, sosial, dan hak asasi manusia. Langkah WTA dan pernyataan dari atlet papan atas seperti Sabalenka menambah dimensi penting dalam dialog ini, yang kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan perubahan kebijakan dan kesadaran masyarakat.