Media Kampung – Emma Raducanu harus mengakui keunggulan lawannya setelah menjalani pertandingan pertamanya dalam dua bulan, kalah dalam dua set langsung dari Diane Parry pada babak pertama turnamen Internationaux de Strasbourg, Selasa (19/5/2026).
Petenis asal Inggris ini kembali berkompetisi setelah absen panjang akibat penyakit pasca-virus yang membuatnya melewatkan sejumlah turnamen penting seperti Miami, Linz, Madrid, dan Roma. Raducanu memilih untuk tampil di Strasbourg sebagai bagian dari persiapan menuju French Open yang akan dimulai pada 24 Mei mendatang.
Meski memulai pertandingan dengan cukup baik, Raducanu sempat unggul 4-2 di set pertama, ia gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Parry, yang baru saja meraih gelar di turnamen Clarins WTA 125 di Paris, menunjukkan ketangguhan dengan membalikkan keadaan dan menutup set pertama dengan skor 6-4.
Set kedua berlangsung ketat, dengan kedua pemain saling kejar-kejaran angka dan beberapa kali bertukar break servis. Raducanu berusaha keras untuk mempertahankan peluangnya, bahkan berhasil memaksa pertandingan menuju tie-break. Namun, Parry akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 7-6 setelah memanfaatkan beberapa kesalahan lawan.
Raducanu, yang kini menempati peringkat 37 dunia setelah penurunan dari posisi 23 akibat absennya selama lebih dari dua bulan, mengakui bahwa masih butuh waktu untuk menemukan ritme permainan terbaiknya. “Diane datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan pekan lalu dan bermain cukup baik. Saya bermain dengan baik di beberapa momen, tapi ini memang jeda yang panjang sejak terakhir saya bertanding secara kompetitif,” ujar Raducanu usai pertandingan.
Dalam pertandingan ini, Raducanu juga terlihat berjuang keras menghadapi tekanan lawannya, berhasil menyelamatkan 16 break point dan menunjukkan kecepatan serta ketangguhan fisik yang cukup baik meskipun belum sepenuhnya pulih. Ia juga kembali didampingi oleh pelatih Andrew Richardson, yang pernah membimbingnya saat merebut gelar US Open.
Kekalahan di Strasbourg ini berarti Raducanu hanya memiliki satu pertandingan di atas permukaan tanah liat sebelum memasuki French Open. Dengan persiapan yang terbatas, petenis berusia 23 tahun ini harus berusaha meningkatkan performanya dalam waktu singkat agar siap menghadapi turnamen Grand Slam kedua musim ini.
Meskipun demikian, Raducanu tetap optimis dan bertekad untuk terus memperbaiki kondisi fisik dan teknisnya. “Saya bangga dengan cara saya bertarung dan berkompetisi sepanjang pertandingan. Saya berusaha fokus menjalani setiap hari sebaik mungkin,” tambahnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan