Media Kampung – Mohamed Salah cedera pada menit ke-60 dalam laga Liverpool melawan Crystal Palace, menimbulkan kekhawatiran akan akhir kariernya di Anfield.
Skor akhir 3-1 untuk Liverpool, dengan gol dari Alexander Isak, Andrew Robertson, dan Florian Wirtz, sementara Crystal Palace hanya membalas lewat Daniel Muñoz.
Salah harus meninggalkan lapangan dengan bantuan staf medis setelah merasakan rasa sakit pada kaki kiri, tepat setelah mencetak assist untuk gol kedua timnya.
Penonton memberikan standing ovation ketika ia keluar, menandakan rasa hormat dan keprihatinan terhadap kondisi bintang Mesir tersebut.
Pelatih Liverpool Arne Slot menyatakan, “Masih terlalu dini untuk memastikan, tapi kami semua tahu betapa sulitnya Mo meninggalkan lapangan,” menambah kekhawatiran akan absennya pemain kunci.
Slot menambahkan, “Jika dia tidak dapat bermain lagi musim ini, ini bisa menjadi penampilan terakhirnya bersama The Reds,” sambil menegaskan harapan akan pemulihan.
Kontrak Salah akan berakhir pada bulan Juni 2026, sehingga cedera ini memperburuk ketidakpastian masa depannya di klub.
Sebelum cedera, ia telah mencetak 257 gol dalam 440 penampilan, menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liverpool setelah Ian Rush dan Roger Hunt.
Statistik tersebut menegaskan kontribusi signifikan Salah sejak bergabung pada Januari 2017, termasuk tiga gelar Liga Premier dan satu Piala Champions.
Direktur tim nasional Mesir, Ibrahim Hassan, mengonfirmasi bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut mengalami robekan hamstring serius yang memerlukan empat minggu pemulihan.
Jika estimasi medis tepat, Salah tidak akan dapat kembali untuk sisa kompetisi Liga Premier yang tersisa, termasuk pertandingan-pertandingan penting melawan Manchester United dan Tottenham.
Fans Liverpool mengungkapkan keprihatinan mereka melalui media sosial, menyoroti momen-momen ikonik seperti gol cepat melawan Manchester City dan kemenangan dramatis di final Europa League 2016.
Beberapa pendukung juga menyampaikan harapan bahwa klub dapat menemukan solusi medis yang mempercepat proses rehabilitasi tanpa mengorbankan kualitas permainan.
Salah sebelumnya pernah mengalami cedera otot pada 2022, namun kembali tampil impresif dalam beberapa bulan berikutnya, menunjukkan kemampuan pemulihan yang kuat.
Para analis mengingatkan bahwa usia 33 tahun menambah risiko pemulihan yang lebih lambat, terutama setelah cedera otot yang signifikan.
Jika Salah tidak dapat bermain lagi musim ini, ia akan meninggalkan Liverpool sebagai legenda, namun tanpa kesempatan mengucapkan selamat tinggal di atas lapangan.
Keputusan akhir mengenai masa depannya di Anfield masih menunggu konfirmasi resmi klub setelah evaluasi medis lanjutan.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Slot menekankan bahwa tim akan terus berjuang demi hasil positif meski kehilangan salah satu penyerang utama.
Pelatih menambahkan, “Kami tetap fokus pada tujuan bersama, dan pemain lain siap mengisi peran yang ditinggalkan Mo.”
Untuk saat ini, kondisi Mohamed Salah masih dipantau secara intensif di ruang perawatan, dengan harapan dapat kembali berlatih pada minggu-minggu mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan