Media Kampung – Cuaca panas ekstrem mengancam jalannya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Fenomena ini diprediksi tidak hanya menurunkan performa pemain, tetapi juga bisa memberikan keuntungan bagi Lionel Messi dibandingkan Cristiano Ronaldo karena perbedaan adaptasi terhadap suhu tinggi.
Analisis terbaru dari Climate Central menunjukkan bahwa perubahan iklim meningkatkan kemungkinan suhu di atas 28 derajat Celsius pada 97 dari total 104 pertandingan. Hampir setengah dari laga memiliki risiko setidaknya 50 persen mengalami panas yang mengganggu performa, dan lima pertandingan bahkan masuk kategori suhu berbahaya berdasarkan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT).
Suhu rata-rata pertandingan diperkirakan berkisar dari 18 derajat Celsius di Vancouver hingga sekitar 30 derajat Celsius di Dallas dan Miami. Tingkat kelembaban di Miami bahkan bisa melebihi 70 persen, memperburuk stres panas yang dirasakan pemain.
Kondisi ini dapat mengurangi frekuensi sprint, menurunkan total jarak tempuh, dan memperlambat pemulihan fisik. Para ahli menilai pemain yang terbiasa dengan iklim panas, seperti Messi yang telah lama bermain di Amerika Serikat bersama Inter Miami, akan lebih diuntungkan dibandingkan Ronaldo yang kini bermain di Arab Saudi namun dengan intensitas kompetisi berbeda.
FIFA sendiri telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk aturan minum (water break) dan kemungkinan penundaan pertandingan jika suhu terlalu ekstrem. Namun, ancaman cuaca panas ini tetap menjadi tantangan besar bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan