Media Kampung – Timnas Argentina gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia setelah dikalahkan Spanyol 0-1 melalui babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB. Namun, kekalahan itu tidak hanya berarti kehilangan trofi; Argentina juga pulang dengan membawa rekor memalukan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah final Piala Dunia.

Tanpa Tembakan Selama Waktu Normal

Menurut data Opta, sepanjang 90 menit waktu normal, Lionel Messi dan kawan-kawan gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang Spanyol. Catatan ini menjadikan Argentina sebagai tim pertama sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966 yang tidak mampu menciptakan satu pun percobaan tembakan selama waktu normal di partai final Piala Dunia.

Baca juga:

Sepanjang pertandingan, Argentina tampil sangat bertahan. Pelatih Lionel Scaloni memilih strategi disiplin dan mengandalkan serangan balik, namun praktis tidak mampu mengancam gawang lawan. Situasi semakin sulit setelah gelandang Enzo Fernandez mendapat kartu merah pada masa injury time babak kedua akibat dua kartu kuning.

Kartu Merah Menyamai Brasil

Kartu merah yang diterima Enzo Fernandez membuat Argentina kini menyamai Brasil sebagai tim dengan jumlah kartu merah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yaitu 11 kali. Sebelumnya, Brasil memegang rekor tersebut sendirian. Daftar tim dengan kartu merah terbanyak di Piala Dunia: Brasil 11, Argentina 11, Uruguay 10, Kamerun 9, Belanda 8, Italia 8, Jerman 8, Meksiko 7, Portugal 6, Prancis 6, Hungaria 5, Amerika Serikat 5.

Baca juga:

Jalannya Pertandingan

Spanyol mendominasi penguasaan bola sejak awal, tetapi Argentina bertahan rapat dan membuat Spanyol kesulitan menembus pertahanan. Peluang terbaik Spanyol baru tercipta setelah Argentina bermain dengan 10 pemain. Gol kemenangan Spanyol tercipta di babak perpanjangan waktu, memastikan mereka meraih bintang kedua sepanjang sejarah.

Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sukses menjadi juara pada edisi 2022. Selain kehilangan gelar, rekor buruk tanpa tembakan dan kartu merah akan menjadi catatan yang sulit dilupakan.

Baca juga: