Media Kampung – Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari zona keamanan di Lebanon selatan dan akan memfokuskan operasi militer di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tekanan internasional dan seruan gencatan senjata setelah saling serang antara Iran dan Israel.

Militer Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri di Lebanon selatan, termasuk di Kota Tyre yang mayoritas penduduknya Kristen. Warga di Tyre dan sekitarnya diminta mengungsi ke utara Sungai Zahrani, sekitar 30 kilometer dari Tyre, karena daerah tersebut dinyatakan sebagai arena perang.

Sejak awal Maret, serangan Israel yang terus-menerus telah membuat Tyre nyaris menjadi kota hantu. Seorang pekerja sosial bernama Lily menuturkan bahwa hanya satu apotek yang buka setiap dua atau tiga hari, dan pasokan makanan serta obat-obatan sangat sulit didatangkan. Serangan sering terjadi tanpa peringatan, dan warga hidup dalam ketidakpastian.

Ketegangan meningkat setelah Israel mengebom Beirut pada 7 Juni, melanggar gencatan senjata yang masih berlaku. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke Israel utara, namun mengumumkan penghentian operasi pada Senin (8/6) sambil memperingatkan respons yang lebih keras jika agresi Israel di Lebanon selatan berlanjut.

Presiden AS Donald Trump menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan permusuhan. Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa Lebanon adalah negara berdaulat dan tidak akan menjadi medan perang bagi kepentingan asing, termasuk Iran dan Israel.

Negosiasi antara Lebanon dan Israel yang dimediasi AS berlangsung sulit. Ketua negosiator Lebanon, Simon Karam, sempat melakukan walkout karena Israel enggan memberikan konsesi. Dialog baru dilanjutkan setelah intervensi langsung Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden AS JD Vance.

Iran menolak upaya AS untuk memisahkan konflik Lebanon dari perundingan damai Iran-AS. Teheran menegaskan bahwa kedua konflik saling terkait, dan strategi Washington yang memisah-misahkan konflik dinilai terlalu menyederhanakan persoalan.

Situasi di Lebanon selatan masih tegang. Warga terus mengungsi, dan serangan sporadis masih terjadi. Belum ada tanda-tanda Israel akan menarik pasukan dari zona keamanan yang mereka klaim diperlukan untuk melindungi perbatasan utara Israel dari ancaman Hizbullah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.