Media Kampung – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah akan ditandatangani pada Minggu, 14 Juni 2026. Kesepakatan ini disebut akan membuka kembali Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan menjadi titik panas konflik.
Melalui akun Truth Social-nya, Trump menulis, “Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan TERBUKA UNTUK SEMUA.” Pernyataan itu dilaporkan oleh AFP.
Pakistan, yang menjadi mediator utama dalam perundingan, juga mengonfirmasi perkembangan positif. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyepakati kerangka awal perdamaian. Islamabad tengah mempersiapkan penandatanganan elektronik pada Minggu ini, yang akan dilanjutkan dengan pembicaraan teknis pekan depan.
Namun, Iran belum mengonfirmasi jadwal tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan penandatanganan “tidak akan terjadi besok.” Ia menambahkan, “Kemungkinan hal itu terjadi dalam beberapa hari ke depan tidak dapat dikesampingkan. Namun karena keraguan dari pihak lain, kami harus berhati-hati dalam memberikan komentar mengenai proses ini.”
Meski ada perbedaan soal waktu, kedua pihak memberi sinyal negosiasi berada di tahap akhir. Perang yang dimulai Februari lalu disebut-sebut akan segera berakhir. Rancangan nota kesepahaman yang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS terhadap Iran.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Washington akan mulai mencairkan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan serta memberikan keringanan terhadap ekspor minyak Iran. Seorang pejabat AS kepada Reuters mengatakan, “Iran akan membuka Selat Hormuz, itu adalah syaratnya. Saat mereka melakukannya, kami akan mencabut blokade kami.”
Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah program nuklir Iran. AS menginginkan penghancuran cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, sementara Teheran ingin mempertahankannya dalam bentuk yang telah diencerkan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan satu-satunya cara menangani uranium tersebut adalah dengan mengencerkannya di dalam Iran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan