Media Kampung – Penelitian terbaru menggunakan teknologi modern mengungkap praktik ritual yang belum pernah diketahui sebelumnya dalam pemakaman Zaman Besi di Skotlandia. Kerangka seorang perempuan dewasa yang ditemukan tahun 1998 di dekat Loch Borralie, Skotlandia utara, menunjukkan tanda-tanda modifikasi anumerta yang ekstrem: otaknya dikeluarkan, beberapa tulang panjangnya dipatahkan dan diruncingkan, lalu tubuhnya disusun kembali dengan hati-hati sebelum dikubur.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Antiquity ini menganalisis ulang sisa-sisa kerangka menggunakan teknik DNA, isotop, dan forensik modern. Hasilnya mengungkap bahwa tengkorak perempuan itu memiliki goresan-goresan aneh dan kerusakan di bagian pangkal, yang mengindikasikan adanya upaya sengaja mengeruk isi tengkorak setelah kematian. Para peneliti menduga praktik ini mungkin bagian dari ritual atau upaya pengawetan tengkorak.
Empat tulang panjang miliknya juga sengaja diubah: ada yang dipatahkan, ada yang diruncingkan menjadi alat atau benda bernilai budaya. Namun, yang menarik, tulang-tulang itu kemudian dikembalikan ke posisi anatomisnya sebelum penguburan. Para arkeolog menilai tindakan ini menunjukkan rasa hormat, bukan penistaan.
Di samping perempuan itu, terdapat kerangka remaja laki-laki yang menunjukkan tanda-tanda modifikasi. Analisis DNA mengungkap bahwa keduanya adalah sepupu kedua dari pihak ibu, kemungkinan bagian dari jaringan komunitas pesisir yang terhubung luas di Skotlandia dan Kepulauan Orkney. Temuan ini mengindikasikan adanya kepercayaan dan tradisi bersama di antara komunitas Zaman Besi yang saling terhubung.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman yang kompleks pada Zaman Besi, di mana perlakuan terhadap jenazah tidak selalu terkait dengan kekerasan, melainkan bisa merupakan bagian dari ritual penghormatan yang sebelumnya tidak diketahui. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap makna di balik praktik unik ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan