Media KampungPresiden Prabowo Subianto mengaku sering mendapatkan ejekan saat memberikan arahan kepada siswa Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6). Hal ini disampaikan untuk memotivasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tidak menyerah menghadapi perundungan.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Presiden Prabowo curhat sering diejek meski sudah menjadi presiden. Ia menegaskan bahwa ejekan tidak perlu ditanggapi dengan patah hati, melainkan dengan keteguhan hati dan kesopanan.

“Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hatimu teguh, hati kita baik,” ujar Presiden di hadapan para siswa dan guru. Ia menekankan pentingnya membalas ejekan dengan sopan santun dan semakin teguh saat dihina.

Presiden juga mengingatkan bahwa latar belakang ekonomi yang sulit bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Banyak orang sukses di Indonesia yang lahir dari keluarga miskin, namun berhasil karena memiliki mentalitas kuat dan tidak mudah putus asa.

“Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin, tapi anaknya tidak mau menyerah, tidak mau putus asa, selalu gembira,” katanya. Ia berpesan agar siswa giat belajar, menjaga disiplin, menghormati guru, dan menjauhi perilaku saling membenci.

Menurut Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama kesejahteraan rakyat. Pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan di semua bidang.

“Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan, latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan latihan,” ujar Presiden.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.