Deli Serdang – Seorang pelajar MAN 1 Deli Serdang berusia 16 tahun menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok organisasi kepemudaan.

Akibat kedian tersebut, korban harus menjalani operasi sebanyak dua kali karena peluru bersarang di tubuhnya mengenai salaput jantung dan paru-paru.

Kejadian penembakan tersebut dibenarkan tante korban AS.

Ia menerangkan, peristiwa dialami keponakannya terjadi di kawasan Jalan Sei Blumai, Kecamatan Tanjung Morawa, Sabtu (3/5/2026) dini hari.

Korban sepulang dari rumah temanya mengendarai sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba dihadang oleh dua orang pria tanpa alasan yang jelas.

“Seorang pelaku menghadang sepeda motor, satu pelaku lainya menondongkan senjata senapan angin kepada korban,” terang AS, Sabtu (6/6/2026).

Korban sempat bertanya maksud dari para pelaku, tetapi mereka tidak menjelaskan tujuannya.

“Saat korban hendak melaju kendaraannya, seorang pelaku yang menodongkan sejata senapang angin langsung menembak,” jelasnya.

Akibat terkena tembakan, korban tergeletak dengan kondisi berlumuran darah di sebuah ruko tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Warga sekitar yang melihat langsung memberi pertolongan dengan memanggil ambulans. Kemudian kami diberi kabar. Namun, tak percaya. Setelah ambulans tiba di rumah tidak menyangka kejadian seperti ini,” kata AS.

Dalam kondisi tak berdaya, korban dibawa keluarga ke Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa. Namun, karena alat tak memadai sehingga dirujuk ke RSUD Amri Tambunan.

“Setibanya di RSUD Amri Tambunan kondisinya juga sama seperti RS GL Tobing. Karena itu, kami memutuskan merujuk korban kembali ke Rumah Sakit Murni Teguh Medan,” terang AS.

Setibanya di RS Murni Teguh, korban ditangani tim dokter dan menjalani operasi untuk pengeluaran peluru yang bersarang di dalam tubuhnya.

“Korban dirawat selama 26 hari di RS Murni Teguh dengan biaya sekitar Rp 150 juta. Uangnya terpaksa mengutang sana-sini untuk pembiayaan demi kesembuhan anak kami,” kata AS dengan linangan air mata.

Meski peluru sudah dikeluarkan, korban tetap harus menjalani operasi kedua. Sebab, paru-parunya tidak bereaksi.

“Sebenarnya operasi bisa dilakukan di RS Murni Teguh, namun karena uang tidak ada lagi sehingga operasi kedua dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Haji Medan,” kata AS.

Saat ini operasi kedua sudah selesai dilakukan, tapi kondisi korban belum stabil lantaran belum ada perkembangan dari paru-parunya,” sebut AS.

Kasus penembakan sudah resmi dilaporkan ke Polresta Deli Serdang. Keluarga berharap kasusnya ditindaklanjuti.

“Kami orang susah yang mencari keadilan. Polisi diharapkan mengungkap kasus dan menangkap pelakunya,” pintah AS.

Terpisah, Kanit PPA Satreskim Polresta Deli Serdang AKP Hendri Ginting, yang dikonfirmasi mengenai kasus penembakan tersebut mengatakan akan menyelidiki.

“Kita cek dahulu,” kata Hendri. (//rahmat)

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.