Media Kampung – Hari Lahir Pancasila 2026, Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global menjadi tema utama upacara di Balai Kota Banjarmasin, Senin (16/20/26). Acara yang dihadiri oleh Wali Kota H. Muhammad Yamin, anggota Forkopimda, TNI-Polri, tokoh agama, pelajar, dan masyarakat umum menegaskan kembali peran Pancasila sebagai landasan persatuan di tengah dinamika teknologi, arus informasi digital, serta ketegangan geopolitik.

Momentum Peringatan dan Pesan Kepemimpinan

Wali Kota Banjarmasin memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah menjadi bintang penuntun yang menjaga keutuhan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Yamin, menekankan pentingnya nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan yang telah mengakar dalam masyarakat.

Tantangan Global di Era Digital

Era disrupsi teknologi membawa tantangan baru: penyebaran hoaks, radikalisme daring, polarisasi sosial, serta menurunnya kualitas interaksi antarwarga. Pemerintah menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus selaras dengan penguatan karakter, etika, dan nilai-nilai kebangsaan. “Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” kata Kepala BPIP, mengingatkan generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Peran Strategis Generasi Muda

Generasi muda dipandang sebagai kunci keberlanjutan Pancasila. Di tengah derasnya arus informasi, mereka diharapkan mampu memilah fakta, menolak provokasi, serta mengedukasi sesama tentang pentingnya persatuan. Pemerintah berencana meningkatkan literasi digital melalui kurikulum pendidikan karakter, memperluas akses pelatihan keamanan siber, dan memfasilitasi ruang dialog antarkelompok di sekolah dan perguruan tinggi.

Implikasi Internasional dan Kontribusi Indonesia

Nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila dinilai relevan untuk membangun dialog global. Indonesia, sebagai negara dengan modal sosial kuat, terus berperan dalam misi perdamaian dunia, penyelesaian konflik regional, dan penyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas. “Hari Lahir Pancasila 2026, Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global” menjadi seruan bagi Indonesia untuk memperkuat kontribusi internasionalnya melalui diplomasi damai dan kerjasama multilateral.

Secara keseluruhan, peringatan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan panggilan aksi. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat persatuan, serta menjadikan ideologi bangsa sebagai solusi nyata dalam menghadapi tantangan nasional dan global yang semakin kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.