Media Kampung – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengimbau para aktivis pemuda dan mahasiswa untuk aktif menjadi penggerak dalam program pemberdayaan sosial di Indonesia. Ajakan ini disampaikan saat menerima audiensi yang melibatkan lima organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Universitas Muhammadiyah Jakarta, Pelajar Islam Indonesia (PII), Pemuda Persatuan Ummat Islam, serta Himpunan Mahasiswa Islam Persis (HIMI Persis). Diskusi berfokus pada berbagai usulan kerja sama dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Agus Jabo menekankan pentingnya pemuda memahami akar permasalahan sosial yang ada agar kegiatan sosial yang dijalankan memiliki arah dan tujuan strategis. Ia berharap para aktivis tidak hanya bertindak sebagai pekerja sosial biasa, melainkan menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan besar.

Berbagai organisasi kepemudaan menyampaikan sejumlah program yang diusulkan, mulai dari pembinaan desa, pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan psikososial. Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia, Amsal Alfian, mengangkat perhatian pada anak-anak putus sekolah dan menawarkan dukungan melalui program Sekolah Rakyat yang fokus pada pendidikan karakter serta membantu pelajar putus sekolah untuk kembali bersekolah di institusi terdekat.

GMNI mengajukan gagasan Gerakan Nasional Literasi Kesejahteraan Sosial serta program seribu desa binaan. Organisasi lain turut menyampaikan rencana program yang mencakup relawan sosial, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan ketahanan pangan khususnya di pesantren.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Agus Jabo mengingatkan agar setiap organisasi pemuda menyusun program yang konkret dan terukur. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan harus memiliki sasaran dan tujuan yang jelas agar berdampak nyata.

Kementerian Sosial saat ini memiliki tiga fokus utama, yaitu perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan pengembangan Sekolah Rakyat. Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat merupakan upaya penting guna memutus rantai kemiskinan antar generasi. Presiden Prabowo Subianto berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memiliki masa depan yang lebih baik melalui program ini.

“Sekolah Rakyat itu tujuannya Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan. Jadi kalau orang tuanya miskin, Presiden tidak ingin anaknya miskin,” ujar Agus Jabo.

Dengan kolaborasi antara kementerian dan organisasi kepemudaan, diharapkan program pemberdayaan sosial dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Kementerian Sosial terus mendorong keterlibatan aktif pemuda sebagai ujung tombak perubahan sosial di tanah air.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.