Media Kampung – Senegal memastikan kembali tampil di Piala Dunia FIFA 2026 setelah berhasil lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tim berjuluk Singa Teranga ini tidak sekadar menjadi wakil Afrika, melainkan membawa misi besar untuk mengulang dan melampaui prestasi bersejarah mereka pada edisi 2002.

Kelolosan Senegal diraih dengan finis sebagai juara Grup B pada kualifikasi zona CAF, setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Mauritania di laga terakhir. Sadio Mané tampil gemilang dengan dua gol yang membantu Senegal menggeser Kongo di puncak klasemen. Selain itu, kemenangan krusial 3-2 atas Kongo di laga tandang menjadi penentu utama keberhasilan mereka melangkah ke Piala Dunia 2026.

Dalam perjalanan kualifikasi, Senegal menunjukkan performa impresif tanpa mengalami kekalahan, dengan catatan mencetak 22 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Mané menjadi pencetak gol terbanyak dengan lima gol, diikuti oleh Pape Matar Sarr dan Ismaïla Sarr yang juga berkontribusi signifikan.

Sejarah Senegal di Piala Dunia dimulai pada 2002 saat mereka membuat kejutan dengan melaju hingga perempat final pada debut pertamanya. Sorotan utama adalah kemenangan mengejutkan 1-0 atas juara bertahan Prancis, berkat gol mendiang Papa Bouba Diop. Senegal berhasil melangkah ke babak gugur setelah hasil imbang melawan Denmark dan Uruguay, serta mengalahkan Swedia di babak 16 besar sebelum akhirnya kalah dari Turki.

Dua dekade kemudian, Senegal kembali menunjukkan kualitasnya di Piala Dunia 2022 di Qatar dengan lolos ke babak 16 besar sebelum takluk dari Inggris. Para pemain seperti Kalidou Koulibaly, Youssouf Sabaly, dan Ismaïla Sarr telah mencatatkan penampilan terbanyak di Piala Dunia bagi Senegal, dengan Koulibaly mencatat rekor bermain penuh tanpa tergantikan selama tujuh pertandingan.

Pelatih Pape Thiaw, yang juga merupakan bagian dari skuad 2002 sebagai pemain, kini memimpin Senegal. Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Desember 2024, Thiaw berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan dan membawa Senegal meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Pengalaman dan sejarahnya bersama tim memberikan semangat tambahan untuk mewujudkan ambisi baru Senegal.

Menjelang turnamen, Senegal mengandalkan skuad berpengalaman yang banyak berlaga di liga elit Eropa. Sadio Mané tetap menjadi andalan utama di lini depan dengan kemampuan kecepatan dan insting gol yang tajam. Tim ini juga dikenal memiliki keseimbangan permainan menyerang dan bertahan yang solid, meskipun tantangan berat menanti karena mereka tergabung di grup sulit bersama Prancis, Norwegia, dan Irak.

Senegal dijadwalkan memulai perjuangan di Grup I dengan menghadapi Prancis pada 16 Juni 2026 di Stadion Metlife, New Jersey. Laga berikutnya melawan Norwegia tanggal 22 Juni di tempat yang sama, dan pertandingan terakhir fase grup menghadapi Irak di Stadion BMO Field, Toronto, pada 26 Juni 2026.

Selama turnamen, Senegal akan bermarkas di New Jersey dengan pusat pelatihan di Universitas Rutgers, New Brunswick. Kombinasi pemain senior dan talenta muda seperti Édouard Mendy, Kalidou Koulibaly, Idrissa Gana Gueye, Nicolas Jackson, dan Sadio Mané diharapkan menjadi tulang punggung yang mengantar Singa Teranga berprestasi lebih tinggi di panggung dunia.

Dengan pengalaman, kualitas pemain, dan strategi kepelatihan yang matang, Senegal berpotensi besar untuk menjadi kejutan dan mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026, menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan sepak bola Afrika yang patut diperhitungkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.