Media Kampung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat literasi digital sebagai langkah strategis untuk mencegah penyebaran radikalisasi yang semakin marak di media sosial. Upaya ini menjadi penting seiring dengan berkembangnya pola penyebaran ideologi radikal yang kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ranah digital.
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pertempuran melawan radikalisme saat ini berlangsung dalam bentuk perang narasi di ruang digital. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kalah dalam menghadapi narasi yang disebarkan kelompok teror yang terus berusaha memperluas pengaruhnya melalui platform digital.
Eddy menjelaskan bahwa penguatan kontra narasi dan peningkatan ketahanan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut. Penyebaran paham radikal yang kini bergerak cepat melalui media sosial ditujukan khususnya kepada generasi muda, sehingga diperlukan edukasi dan literasi digital yang berkelanjutan.
“Kita menyadari bahwa target utama penyebaran radikalisme adalah anak-anak dan generasi muda. Mereka menjadi sasaran melalui berbagai platform digital yang dapat diakses secara luas di ruang publik maupun dunia maya,” ujar Eddy dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 26 Mei 2026.
Selain itu, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, menambahkan bahwa arus informasi global yang sangat cepat membuat tantangan keamanan semakin rumit dan sulit dipisahkan antara ancaman global dan lokal. Ancaman-ancaman tersebut saling terkait dan mudah ditiru melalui media sosial.
Dedi juga menyoroti peran jaringan ideologi serta dinamika sosial yang turut memengaruhi perkembangan ancaman keamanan saat ini. Ia menegaskan bahwa perubahan pola ancaman ini harus diikuti dengan perubahan strategi penanganan yang adaptif dan proaktif.
Langkah BNPT ini mencerminkan kesadaran pemerintah akan pentingnya penanganan radikalisasi yang tidak hanya dilakukan lewat pendekatan konvensional, tetapi juga melalui penguatan literasi digital. Upaya ini diharapkan dapat membangun benteng pertahanan yang kuat bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi radikal di dunia maya.
Penguatan literasi digital diharapkan menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah berkembangnya paham radikal yang dapat mengancam persatuan dan keselamatan bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan