Media Kampung, Jeddah – Dua klub besar asal Jeddah, Al-Ahli dan Al-Ittihad, berhasil menghindari kekalahan dalam pertandingan perdana mereka di AFC Champions League Elite 2026/27 dengan meraih hasil imbang. Sementara itu, Al-Qadsiah menjadi satu-satunya wakil Arab Saudi yang meraih kemenangan pada pertandingan pembuka kompetisi ini.

Al-Ahli, juara bertahan dua kali, bermain imbang 1-1 melawan Pakhtakor Uzbekistan di kandang sendiri. Meskipun tertinggal akibat gol Brazil Giovinco Flamarion pada menit ke-86, Firas Al-Buraikan berhasil menyelamatkan satu poin dengan gol di masa tambahan waktu. Berikutnya, Al-Ahli akan menghadapi Mamelodi Sundowns dari Afrika Selatan dalam ajang Three Continents Cup sebelum melanjutkan pertandingan grup melawan Al-Wasl dari Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga:

Al-Ittihad juga harus bangkit dari ketertinggalan saat bertandang ke Qatar menghadapi Al-Shamal. Gol pembuka dari striker veteran Al-Shamal, Baghdad Bounedjah, berhasil disamakan oleh gelandang Belanda, Georginio Wijnaldum, sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Pada putaran kedua zona Barat, Al-Shamal akan berkunjung ke Iran untuk melawan Tractor, sementara Al-Ittihad menjamu Shabab Al-Ahli dari UEA.

Di sisi lain, Al-Qadsiah mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana di AFC Champions League Elite usai mengalahkan Al-Wasl 2-1 di kandang. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi klub yang baru pertama kali berpartisipasi, dengan dukungan finansial dari Saudi Aramco dan lini serang yang produktif.

Baca juga:

Selain itu, dalam pertandingan lain, klub UEA Al Ain menundukkan wakil Arab Saudi Al Nassr dengan skor telak 4-0 di pertandingan pertama fase liga wilayah Barat. Johor Darul Ta’zim dari Malaysia harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Buriram United dari Thailand, dengan masing-masing tim menerima kartu merah selama pertandingan.

Hasil ini menandai awal kompetisi yang ketat dan penuh tantangan di AFC Champions League Elite 2026/27, dengan sejumlah tim debutan seperti Al-Qadsiah, Al-Shamal, Kyoto Sanga, dan Cong An Ha Noi yang bertekad menunjukkan kemampuan mereka di panggung Asia. Kompetisi ini tidak hanya menampilkan tim-tim besar tetapi juga memperlihatkan dinamika dan persaingan yang semakin merata di kawasan Asia.

Baca juga:

Penampilan para klub Saudi seperti Al-Ahli, Al-Ittihad, dan Al-Qadsiah menjadi sorotan karena mereka mewakili kekuatan sepak bola Arab Saudi yang terus berkembang dan berupaya mempertahankan dominasi di level kontinental. Dengan jadwal pertandingan yang padat dan persaingan ketat, hasil-hasil awal ini memberikan gambaran menarik bagi perjalanan kompetisi yang masih panjang.