Media Kampung, Simeulue – Memasuki puncak musim panen, harga durian di Kabupaten Simeulue, Aceh, mengalami penurunan signifikan. Buah durian yang sebelumnya dijual Rp100–150 ribu per ikat atau dua buah ukuran besar, kini hanya Rp50–70 ribu per ikat.

Fahmi, seorang pedagang musiman di sekitar SPBU Suka Jaya, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, penurunan harga terjadi karena seluruh wilayah di kabupaten kepulauan itu sudah memasuki masa panen. Akibatnya, pasokan melimpah sementara permintaan tidak sebanding.

“Kalau sekarang paling Rp50–70 saja, itupun masih ditawar murah sama pembeli,” keluh Fahmi, Kamis (6/7/2026).

Fahmi menuturkan, fenomena ini lumrah terjadi setiap musim panen. Pembeli memiliki banyak pilihan sehingga pedagang tidak bisa mematok harga tinggi. “Wajar lah kan sekarang sudah musim jatuh buah durian. Jadi pembeli sudah banyak pilihan. Kalau kita jual mahal mereka cari di tempat lain,” katanya.

Meski harga turun, Fahmi tetap bersyukur jika dagangannya laku. Ia mengaku target keuntungan Rp5 ribu per ikat sudah cukup, asalkan durian tidak membusuk. “Yang penting laku daripada busuk,” ujarnya sembari terus menawarkan dagangannya kepada warga yang melintas.